Home / Berita

Rabu, 17 November 2021 - 12:42 WIB

Bamsoet Dorong Inpres Tentang Pembangunan Monumen Nasional Bela Negara

Bambsoet menerima Gubernur Sumatera BaratMahyeldi

Bambsoet menerima Gubernur Sumatera BaratMahyeldi

DeFACTO.id – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung agar draf Instruksi Presiden tentang Pembangunan Monumen Nasional Bela Negara bisa segera diterbitkan. Sehingga menjadi payung hukum terpadu agar pembangunan monumen yang sudah dimulai sejak tahun 2012 bisa segera diselesaikan sebelum perayaan Hari Puncak Peringatan Bela Negara ke-73 pada 19 Desember 2021.

“Pembangunan Monumen Nasional Bela Negara dilakukan di lahan seluas 50 hektar yang dihibahkan oleh masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai salah satu basis PDRI diantara basis lainnya di Kabupaten Agam, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok selatan, Payakumbuh,  Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Darmasraya, Kota Pariaman, Kabupaten  Pariaman,  dan Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat, Riau,Jambi ( d/h Sumatera Tengah ) yang merupakan daerah basis perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Jangan sampai pengabdian masyarakat tersebut menjadi sia-sia lantaran pembangunan monumen dan kawasan di sekitarnya tidak bisa diselesaikan,” ujar Bamsoet usai menerima Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, di Jakarta, Selasa (16/11/21).

Baca Juga  Putra Arnold Schwarzenegger Joseph Baena Syuting Film Baru

Silaturahmi kebangsaan yang diinisiasi Yayasan Generasi Lintas Budaya, Gubernur Sumatera Barat yang  didampingi  Drs.Hansastri,MM Sekda  sekaligus menyampaikan undangan Kepada Ketua MPR RI dapat menghadiri puncak hari BelaNegara bersama Presiden Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subiyanto berharap puncak hari Bela Negara dipusatkan di musium BelaNegara Kototinggi Sumbar yang akan disiarkan melalui live tv streaming 

Olivia Zalianty Ketua Yayasan Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan bersama Romo Benny Soesatyo dan Raja Asdi

Olivia Zalianty Ketua Yayasan Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan bersama Romo Benny Soesatyo dan Raja Asdi juga memaparkan kesiapan livetv streaming 19 desember hari bela negara betepatan desember bulan menanam pohon nasional, generasi lintas budaya bersama seluruh pemangku kepentingan   menanam 40.000 pohon diberbagai daerah wujut menyikapi lerubahan iklim dan  bentuk BelaNegara merawat lingkungan bumi pertiwi ” kita jaga ALAM jaga kita”

Baca Juga  Leane Suniar Susul Verawaty Fajrin

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, perayaan Hari Bela Negara dilakukan  berdasarkan Keputusan Presiden No. 28/2006 yang menetapkan setiap tanggal 19 Desember diperingati sebagai sebagai Hari Bela Negara. Pemilihan tanggal tersebut menyesuaikan tanggal terbentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 19 Desember 1948. Pembangunan Monumen Nasional Bela Negara tidak lepas untuk mengenang peristiwa PDRI di Sumatera Barat yang diketuai Sjafroeddin Prawiranegara. Kehadiran PDRI tidak lain untuk mengisi kekosongan kepemimpinan pemerintahan Indonesia karena pada saat itu Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditahan oleh Belanda.

“Kehadiran PDRI merupakan penegasan kepada Belanda dan juga dunia Internasional, bahwa pemerintahan Indonesia masih tegak berdiri. Sekaligus menjadi dorongan semangat juang dalam upaya mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Karena PDRI jugalah, akhirnya Belanda mau menghentikan agresinya dan bersedia kembali ke meja perundingan,” jelas Bamsoet.

Baca Juga  Wawancanda Wagiman Deep: “Jangankan Jajal Sirkuit, Pake Sarung Aja Bikin Orang Julid”

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, terbentuknya PDRI juga menunjukkan solidaritas yang tinggi dari para pemimpin bangsa. Walaupun berasal dari kalangan sipil, pimpinan republik yang berada di Sumatera Barat, seperti Mr. Syafruddin Prawiranegara, Mr. T. M. Hassan, Mr. Sutan Mohammad Rasjid, Kolonel Hidayat, Mr. Lukman Hakim, Ir. Indracahya, Ir. Mananti Sitompul, Maryono Danubroto, Direktur BNI Mr. A. Karim, Rusli Rahim dan Mr. Latif, bisa tetap menjaga keberlangsungan kemerdekaan Indonesia melalui deklarasi PDRI.

“Sehingga, stigma bahwa pemimpin sipil lemah dan tidak mau bergerilya menjadi tidak tepat. Bahkan saat itu, Panglima Besar Soedirman mengakui kepemimpinan politik PDRI,” pungkas Bamsoet.* PR

Share :

Baca Juga

Berita

Ahmad Nurcholish : Tidak Ada Larangan Menikah Beda Agama!
Apollo Quiboloy

Berita

Sekutu Presiden Duterte, Pastor Quiboloy Tersangka Perdagangan Seks Perempuan di Bawah Umur!
Baksos

Berita

Rotary Madiun Rencanakan Kontainer Pendidikan

Berita

LaNyalla Jadi Pembina Paguron Jalak Banten Nusantara

Berita

Corona Bisa Tamat. Pfizer Ciptakan Pil Baru Untuk Penderita Covid

Berita

PB Majelis Mubalighin Dukung LaNyalla Jadi Presiden

Berita

Leane Suniar Susul Verawaty Fajrin
AHY

Berita

SBY Kanker Prostat, AHY: We Will Always Pray for You