Home / Sastra

Kamis, 18 November 2021 - 16:40 WIB

SUNGAI, JODOH dan IKAN CUPANG

Puisi

Puisi

Oleh HARRY TJAHJONO

SUNGAI

Kalau dari puncak gunung aku merasa telah menyaksikan seluruh dan segala yang terhampar di lembah, lalu untuk alasan apa kaki harus melangkah agar tangan bisa memetik bunga atau buah?

Bukankah bahkan air terjun menukik dari ketinggian agar menjadi sungai yang mengalir turun menyusuri ngarai dan jurang sampai akhirnya menjemput lautan?

JODOH

Baca Juga  Relawan Ganjar Pranowo Merangsek ke Ibukota

Kalau suratan jodoh menjadi pembenaran bagi suatu perceraian, lalu untuk alasan apa Adam dan Hawa harus menjalani perkawinan seumur hidup mereka?

Bukankah bahkan sepasang elang mampu bersetia berdua sekalipun mengarungi badai musim demi musim selama-lamanya?

IKAN CUPANG

Kalau aku tak sudi berbagi dengan sesama teman dan sepelahiran, lalu untuk alasan apa persaudaraan harus meneguhkan ikhtiar saling mendukung dan saling menguatkan?

Baca Juga  EMILIA

Bukankah bahkan ikan cupang yang hanya bertarung dengan sesamanya seringkali lebih terpesona pada ikan gabus yang nyamperin dan kemudian melahapnya?

SEPATU

Kalau aku merasa berjaya semata berkat jerih upayaku sendiri, lalu untuk alasan apa rembulan dan matahari harus bergantian menyinari bumi?

Bukankah bahkan sepasang sepatu merk paling terkenal dan termahal sekalipun tidak berharga jika hanya sebagai sepatu kanan atau sepatu kiri?

Baca Juga  PUISI-PUISI KATA IBU

NANGKA

Kalau aku menampik kerjasama orang lain hanya karena ingin tampil sebagai diriku sendiri, lalu untuk alasan apa para penabuh gamelan harus begadang mengiringi dalang wayang kulit beraksi?

Bukankah bahkan buah nangka yang bergetah sekalipun sanggup menjadi gudeg dan nagasari tanpa kehilangan jati dirinya?

Jakarta-Madiun ht 2016-2021

Share :

Baca Juga

Payudara

Sastra

PAYUDARA DEWI
Cerita Pendek

Sastra

CINTA, PERKAWINAN dan TOLSTOY
Koruptor

Sastra

PENGAKUAN KORUPTOR KEPADA ISTRINYA
Puisi

Sastra

PERSAHABATAN dan OPTIMISME
Doa Koruptor

Sastra

DOA KORUPTOR
Emilia

Sastra

EMILIA
Tengkorak Kambing

Sastra

LOGIKA POLITISI
TEATER KOMA

Berita

Empat Sutradara Wanita Teater Koma Pentas di Sanggar