Home / Bisnis & Kuliner

Minggu, 31 Oktober 2021 - 17:35 WIB

Moto Village, Mall dan Tempat Kongkow Para Biker Moge

DeFACTO. Nama Umar Lubis tidak asing di layar kaca.  Aktor senior berdarah Batak-Mesir, kelahiran 14 Juli 1973  sudah membintangi puluhan judul sinetron dan layar lebar.

Meski saat ini dunia sinteron banyak bermunculan aktor muda berbakat, nama Umar Lubis rasanya tak pernah tergantikan.

Di tengah masa pandemi seperti sekarang ini, bagi Bang Umay, begitu sapaan akrab Umar Lubis pun ikut dirasakan dampaknya. Bahkan, awal Covid menerjang Indonesia ia pernah tidak bisa bayar uang sekolah anak.

Baca Juga  Ayu Azhari Mencicip Gastronosia Wedus Tugel

Saldo mobile banking Umar Lubis kurang. Bersyukurnya, ditengah terpuruknya seluruh sektor bisnis di Indonesia, 3 tahun sebelumnya Umay sudah membangun bisnis di dunia outomotive, Moto Village.

“Saya mendirikan atau menggagas Moto Village itu tujuannya ingin memberi wadah bagi para biker. Ya seperti one stop place bagi para biker di Jakarta,” ujar Umar Lubis.

Baca Juga  Pujasera Jiwan Milik BUMDesa dengan Manajemen Kekinian

“Konsep dari Moto Village itu seperti saya hanya mewadahi ragam kebutuhan biker dan automotive. Mulai dari mencari dan memasang aksesori, berbelanja merchandise dan apparel, sampai dengan perawatan untuk motornya,” Imbuh Umay saat di temui dalam acara syukuran 3 tahun Moto Village, 31 Oktober 2021.

Motovillage yang cozy itu berdiri di lahan seluas 2.500 m2, Berlokasi di jalan Antasari, Jakarta Selatan. yang dibagi menjadi beberapa zona. Lantai satu dimanfaatkan menjadi lapak showroom beberapa bran ternama, seperti Vespa, Piaggio, MotoGuzzi, Aprillia, Cleveland, dan Jeep.

Baca Juga  Menparekraf Beri 3 Tips Sukses Berusaha Bagi Pelaku Ekraf di NTB

Selain bisa cuci mata dalam hal kebutuhan biker, asiknya lagi di Moto Village, Bang Umay juga menyediakan buat para biker yang cepat setelah riding untuk bersantai ria, ngopi-ngopi cantik di PapaBro Cafe.

Penasaran? Gas poll langsung aja bro ke TKP. *
awan tupo rahardjo

Share :

Baca Juga

Bisnis & Kuliner

Menparekraf Beri 3 Tips Sukses Berusaha Bagi Pelaku Ekraf di NTB
Batik Kenongo

Berita

Batik Kenongorejo, Hidup Enggan Mati Tak Mau
Kota Madiun

Bisnis & Kuliner

Masyarakat Kota Madiun Mulai Menggeliat
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama
Eat House

Bisnis & Kuliner

Eat House Makin Nggrowing dan Ngglowing
Ayu Azhari

Berita

Ayu Azhari Mencicip Gastronosia Wedus Tugel

Bisnis & Kuliner

Lunpia Cik Me Me Generasi Ke-5:Lunpia Semarang
Pecel Pincuk

Bisnis & Kuliner

Pecel Pincuk Ndesa Berdaun Jati di Dukuh Klencongan Kabupaten Madiun