Home / Esai

Minggu, 3 September 2023 - 15:35 WIB

Menyobek Bendera!

MENYOBEK BENDERA. Nasdem menang. Setidaknya sukses dua kali mendahului parpol lain, yakni pertama mendeklarasi Capres, dan pertama mengusung Capres/Cawapres. Seandainya lomba balapan, kemenangan dua kali itu pastilah menghasilkan piala.

Capres Anies dan Cawapres Muhaimin Iskandar sudah dideklarasi Surya Paloh, di Hotel Majapahit (dulu Hotel Yamato), Surabaya. Saya tidak tertarik menyinyiri pidato Surya Paloh yang menggebu, heroik, patriotik, penuh metafora tentang botol dan tutup botol yang dikatakannya itu. Biarkan sajalah.

Baca Juga  Orang Tambun di Rumpin

Deklarasi berlangsung di Hotel Majapahit d/h Yamato. Cak Imin, juga Anies, melintas sejarahnya, mengisahkan perjuangan arek Surabaya yang berujung penyobekan bendera Belanda di tiang menara Yamato. Warna birunya disobek sehingga tersisa merah putihnya saja. Cak Imin, dan Anies, dengan fasih mengisahkan peristiwa heroik arek Surabaya itu.

Baca Juga  LaNyalla Minta RKHUP Buang Pasal Karet

Kisah revolusi yang hebat. Warna biru disobek, tersisa merah putih. Tapi,dalam tradisi politik Indonesia yang full drama, warna biru itu bisa digoreng sebagai simbol Demokrat. Ketika biru disobek dan dibuang, maka terbitlah merah putih. Maka bisa muncul multi tafsir, tergantung jenis minyak untuk menggorengnya. Tentu bisa membuat Demokrat menjadi lebih perih kesakitannya. Juga bisa menimbulkan serangan balik. Kardus duren, rumput JIS, naturalisasi sungai, misalnya, mungkin bakal menjadi rumor politik publik, hidangan menu humor sehari-hari.

Baca Juga  PKS Bisa Membuat Cak Imin Menangis¬† dan AHY Tertawa Lagi?

Bagaimanapun, rakyat sudah siap menjadi atau ditikam Brutus. Tidak keliru dan tidak mati-mati. **

Harry Tjahjono
3/9/2023

Share :

Baca Juga

Esai

Susi Pudjiastuti Sang Pencinta Kehidupan

Berita

Muhaimin Iskandar Cethar

Berita

Presiden Bertanggungjawab
Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Sumber Permainan Api
Fadli Zon

Esai

WikWikWow: Cuma Ditegur Lisan Prabowo ee Fadli Zon Langsung Kicep
Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Metastase Budidaya KKN

Esai

PT KAI Line di Stasiun Bogor

Esai

Musang Bajingan