Home / Berita

Senin, 15 November 2021 - 17:29 WIB

CCTV Apartemen Diretas, Rekaman Aktivitas Pribadi Penghuni Dijual di Situs Gelap

deFACTO – Sebuah kejadian menghebohkan sedang terjadi di Korea Selatan. Interkom CCTV Apartemen di negeri ginseng tersebut telah diretas oleh pelaku tak dikenal,  dan Rekaman Kehidupan Pribadi para penghuninya Dijual di  situs internet gelap. 

Tidak hanya cuplikan kehidupan rumah biasa yang terungkap, tetapi konten video yang provokatif juga bocor, termasuk aktivitas seks penghuni.  

Mirisnya, sistem CCTV apartemen Korea Selatan bekerja sedemikian rupa sehingga salah satu CCTV tersebut terhubung ke CCTV lain di apartemen yang sama. Hanya dengan membobol satu CCTV, peretas bisa mendapatkan akses ke CCTV lain di kompleks tersebut.  

Baca Juga  Butet Kartaredjasa 60 Tahun Urip Mung Mampir Ngguyu

Menurut jurnalis investigasi yang mencoba menghubungi peretas, peretas mengizinkan mereka memilih nama kompleks apartemen yang ingin mereka beli rekamannya.

Ini membuatnya sangat berbahaya karena orang dapat dengan mudah mendapatkan rekaman untuk pemerasan jika mereka mengetahui alamat seseorang. 

Untungnya, pemerintah segera menangani masalah ini untuk memperbaiki teknologi rumah dan keamanan jaringan. Langkah-langkah tersebut mencakup otentikasi kata sandi dan banyak lagi. Akan tetapi, terhadap rekaman yang sudah bocor, hanya sedikit yang bisa dilakukan.

Baca Juga  Steven Spielberg Jelaskan Mengapa Menyutradarai 'West Side Story'

Peretas memposting bukti gambar pratinjau yang terdiri dari puluhan thumbnail dari rekaman. Sayangnya, tidak hanya cuplikan kehidupan rumah biasa yang terungkap, konten video provokatif seperti orang-orang yang terlibat dalam tindakan seksual juga diperoleh melalui peretasan. Secara alami, identitas orang-orang terungkap saat wajah mereka muncul di video.

Insitusi pemasok berita Korea, IT Chosun melaporkan,  sistem interkom CCTV apartemen Korea Selatan telah diretas secara nasional. Hal ini mengakibatkan pelanggaran keamanan di mana rekaman kehidupan biasa dari berbagai keluarga dan individu telah dikompromikan.

Baca Juga  PERSAHABATAN dan OPTIMISME

Video-video ini dijual di situs gelap ldengan harga tinggi. Seorang peretas telah mengungkapkan bahwa dia memiliki banyak video dan menjual video tersebut secara massal seharga 0,1 bitcoin per hari rekaman. 0,1 bitcoin menurut harga pada 15 November 2021, akan bernilai sekitar 8,00 juta KRW (sekitar $6.780 USD).

 Apartemen di Korea kebanyakan memiliki sistem interkom pintar yang memungkinkan mereka merekam video melalui CCTV yang ada di depan pintu mereka. Peretas memperoleh akses ke hampir semua apartemen dengan perangkat semacam itu di Korea Selatan. Agustina / Koreaboo

Share :

Baca Juga

HUKUMAN MATI

Berita

Jaksa Agung Tuntut Hukuman Mati untuk Koruptor
Power Ranger

Berita

Film dan Serial Power Rangers Terbaru akan Tayang di Netflix

Berita

WN Timteng Penyiram Isteri Dengan Air Keras Hingga Tewas Sudah Ditangkap, Netizen Salahkan Wisata Halal

Berita

Varian Baru Covid-19 Merebak di Afrika, Ketua DPD RI Minta Segera Tutup Pintu untuk Negara Teridentifikasi

Berita

Sangihe Harus Diperlakukan Sama dengan Maratua dan Sambit
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama
WAGIMAN DEEP

Berita

Wawancanda Wagiman Deep: “Jangankan Jajal Sirkuit, Pake Sarung Aja Bikin Orang Julid”

Berita

Blanket, Selimut Pelindung Orang Penting yang Harus Selalu Tersedia