Home / Berita

Rabu, 1 Desember 2021 - 17:00 WIB

Sri Mulyani Jawab Tuntutan MPR yang Minta Dirinya Dicopot

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, ketidakhadirannya dalam rapat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada (27/Juli /202), karena pada saat bersamaan ada  rapat internal Presiden, yang harus dihadiri sehingga kehadiran di MPR diwakilkan Wamen.

Tanggal 28/September /2021 ada rapat dengan Banggar DPR (untuk)membahas APBN 2022, dimana kehadiran Menkeu wajib dan sangat penting. Maka Rapat dengan MPR diputuskan ditunda.

Mengenai (pemotongan) anggaran MPR, Sri Mulyani menjelaskan,  tahun 2021 Indonesia menghadapi lonjakan Covid-19 akibat varian Delta. Seluruh anggaran KL harus dilakukan refocusing 4 kali, tujuannya adalah untuk : membantu penangan Covid-19 (klaim pasien yang melonjak sangat tinggi,  akselerasi vaksinasi, pelaksanaan PPKM di berbagai daerah.

Baca Juga  DI BALIK REFORMASI 1998: Berpikir Merdeka dan Independen

Anggaran juga difokuskan membantu rakyat miskin dengan meningkatkan bansos, membantu subsidi upah para pekerja dan membantu UMKM akibat mereka tidak dapat bekerja dengan penerapan PPKM level 4.

Anggaran untuk pimpinan MPR dan kegiatan tetap didukung sesuai mekanisme APBN.

“Menkeu menghormati fungsi dan tugas semua Lembaga Tinggi Negara yang diatur dan ditetapkan peraturan perundang-undangan,” jawab Sri Mulyani seperti diunggah di aku facebooknya, Rabu (1/12/2021).

Ia menegaskan,  Kemenkeu dan Menkeu terus bekerjasama dengan seluruh pihak dalam menangani Dampak Pandemi Covid-19 yang luar biasa bagi masyarakat dan perekonomian.

Baca Juga  Jaksa Agung Tuntut Hukuman Mati untuk Koruptor

MPR Minta Menkeu Diganti

Sebelumnya Pimpinan MPR mengusulkan kepada Presiden agar Sri Mulyani diganti dari jabatannya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Bidang Anggaran, Fadel Muhammad dalam acara Konferensi Pers di Gedung Nusantara III, Parlemen  Jakarta, Selasa, (30/11/2021).

Menteri Sri Mulyani tidak menepati janji terkait anggaran guna memasifkan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. “Kami pimpinan MPR 10 orang, dulu cuma 4 orang  namun anggaran di MPR malah turun terus,” kata Fadel.

“Karena kami anggap Menteri keuangan tidak etis, tidak cakap  mengatur kebijakan pemerintahan kita ini,” tutur Fadel.

Baca Juga  PB Majelis Mubalighin Dukung LaNyalla Jadi Presiden

Kekanak-kanakan

Sikap pimpinan MPR tersebut, menurut Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), adalah sikap kekanak-kanakan.

Peneliti Formappi Lucius Karus sikap tersebut justru menunjukkan MPR seperti kehilangan ruh kenegarawanan mereka karena hanya memikirkan kepentingan lembaga sendiri. Menurut dia, alasan MPR yang meminta Sri Mulyani dicopot itu tidak mencerminkan kebijaksanaan pimpinan MPR.

“Masa gara-gara pengurangan anggaran MPR, Presiden diminta mencopot Menkeu sih? Itu kok kekanak-kanakan banget,” kata Lucius seperti dikutip cnnindonesia.com Rabu (1/12). susi

Keterangan foto: Menkeu Sri Mulyani Indrawati (Foto: Instagram smindrawati)

Share :

Baca Juga

Panti Dhuafa Lansia

Berita

Dari Menggelandang sampai Mendirikan Panti Lansia di Jetis, Ponorogo

Berita

OTT Polda Banten terhadap BPN dan Lurah di Lebak Harus Jadi Pintu Masuk Pemberantasan Korupsi
Raja Asdi

Berita

Bamsoet Dorong Inpres Tentang Pembangunan Monumen Nasional Bela Negara

Berita

Rudraksha, Biji ‘Mata Siwa’ Yang Kaya Manfaat

Berita

Reformasi Belum Berjalan Sempurna
Sugeng IPW

Berita

Sikap Indonesia Police Wacth Ihwal Wacana POLRI di Bawah Kementerian

Berita

Usai Diperiksa Intensif, Anak Nia Daniaty Akhirnya Ditahan Polda Metro
Hayao Miyazaki

Berita

Demi Film Ghibli Terbaru, Hayao Miyazaki Kembali dari Masa Pensiun