Home / Berita / Wisata & Budaya

Minggu, 9 Januari 2022 - 08:24 WIB

Pariwangi, Batik Unggulan Desa Ngampel Mejayan Kabupaten Madiun

Batik Pariwangi Kabupaten Madiun

Batik Pariwangi Kabupaten Madiun

DeFACTO.id – Pemberdayaan perempuan di Desa Ngampel, Mejayan,  Kabupaten Madiun boleh diacungi jempol.  Ide kreatif Kades Afrianus Tri Nugroho, membuat desa itu kini menggebrak desanya untuk punya ikon. Yakni batik.

Kelompok ibu-ibu yang dikomandani Bu Umi memanfatkan waktu luang,  khususnya di masa pandemi, dengan membatik.  Dengan branding Batik Parianom, membuat nama desa itu semakin mencuat. Dan kini semakin dikenal sampai kota lainnya. ‘’Kita upayakan bisa go internasional seperti juga produk batik lainnya,’’ tekad Kades Afrianus.

Langkah selanjutnya dilakukan perwanaan satu demi satu dengan telaten.  Mengikuti pola demi pola. Terakkhir  pencelupan dan dilanjut  proses klorot. ‘’Untuk pembuatan satu batik bisa makan waktu  satu bulan.,’’ ungkapnya.

Ibu-ibu di desa itu  mengikuti pelatihan demi pelatihan yang diadakan oleh  desa. ‘’Berkat ketelatenan serta ketekunan mereka,  batik Pariwangi yang mereka produksi kini menghasilkan banyak motif dan corak yang berbeda –beda.  ‘’Tapi tetep tidak meninggalkan ikon asli Desa Ngampel, ‘’ kata Bu Umi.

Baca Juga  ‘’Ruh’’ Sadar Wisata Pasar Pundensari Kabupaten Madiun

Batik Pariwangi, merupakan  batik motif ciprat. Pun  gambar khas Madiun kampung pensilat.  juga ada motif daun Porang kebanggaan Kabupaten Madiun.

Kegiatan produksi Batik Pariwangi sendiri dimulai pada Januari tahun 2018 yang didanai oleh BUMDes lewat dana hibah senilai Rp 12 juta.  Dana itu dibelanjakan bahan dan peralatan untuk membatik. Dari modal awal itulah selama hampir 4 tahun ini Batik Pariwangi makin berkembang permintaan pasar juga  semakin luas.

Harga satu helai batik Pariwangi bervarisi  mulai dari Rp 200,000 sampai Rp Rp 500,000 bergantung bahan dan tingkat kesulitan dalam proses pembuatan. Selain itu juga  disesuaikan  corak dan motif.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Karalloe

Untuk pembuatan batik bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi dianggap enteng. Hanya orang-orang yang mempunyai tingkat kesabaran dan ketelatenan tinggi yang mampu menghasilkan batik dengan bagus. Satu  orang hanya mampu membuat satu  motif Batik saja dan tidak akan bisa mengulang kembali. Meskipun orang yang sama membuat batik dengan corak dan motif yang sama.  Tapi hasilnya akan berbeda. Pun  batik tulis  dibuat  melalui proses yang rumit. ‘’Dan batik  itu memiliki filosofi tinggi,’’ ujar Bu Sri Patminingsih, bendarahara sekaligus  marketing dari kelompok ibu-ibu pembatik Desa Ngampel.

Bu Pat, panggilan akrabnya, rajin mengikuti pameran-pameran batik di dalam maupun di luar kota. Dan juga mempromosikannya lewat media sosial.

Baca Juga  Depot Pantes Empat Dasawarsa Pertahankan Bothok Tawon

Proses pembuatan batik diawali dengan menggambar di kain putih dengan motif yang sesuai. Kemudian  mengukir dengan canting dilanjut  penguncian warna yang disebut dengan WG (water grass).

Pembatik di desa itu  berharap produksi batik semakin meningkat dan orang bisa lebih menyintai serta menghargai batik tulis.  Pun  bisa membedakan batik tulis dengan batik buatan pabrik atau tekstil.  Sebab banyak pertanyaan  mengapa batik buatan pabrik berbeda jauh.

 ‘’ Yang jelas menurut Bu Patmi, batik tulis buatan tangan yang penuh citra seni dan eksklusif.  ‘’Itu  keistimewaan batik yang ditulis langsung dengan tangan tangan pengrajin batik ,’’ ungkap Bu patmi penuh harap dan semangat memromosikan batik Pariwangi  sebagai produk keunggulan Desa Ngampel,  Kecamatan Mejayan , Kabupaten Madiun.* Yuliana.

Share :

Baca Juga

Wisata & Budaya

Orang Utan di Bukit Lawang Langkat Sumut
Karikatur

Berita

Atas Nama Hukum

Berita

Polres Bandara Justru Jadi Korban Kasus Keributan Anggota DPR Arteria Dahlan dan “Anak Jenderal”

Berita

Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo Meluas
Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Metastase Budidaya KKN
KEMEN PUPR

Berita

Menteri PUPR Basuki Tandatangani 7 Prasasti Infrastruktur di Sulawesi Selatan

Berita

Dwi Dharmawan dan Ita Purnamasari, Terlibat Dalam Rekaman Suara Mars Forwan
Bu Yuni

Berita

Bu Yuli 40 Tahun Tak Pernah Pindah dari SMPN 2 Madiun