Home / Berita

Kamis, 3 November 2022 - 15:46 WIB

HaloPuan –  Muslimat NU Gelar Kegiatan di Cisambeng, Lawan Stunting di Jabar dari Majalengka

Defacto – HaloPuan, aktivitas sosial yang diinisiasi oleh Ketua DPR, Puan Maharani, kembali melakukan kegiatan.

Setelah menggelar kegiatan di Priangan Timur, pada Selasa (1/11/2022) kegiatan diadakan di Kabupaten Majalengka.

Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka,  menjadi lokasi pertama kerja sama HaloPuan dan Muslimat NU Jawa Barat dalam melawan stunting. Kerja sama ini merupakan perwujudan penandatangan kesepakatan antara HaloPuan sebagai lembaga sosial Ketua DPR RI Puan Maharani dengan Muslimat NU Jawa Barat di acara Harlah ke-76 Muslimat NU di Bandung.

Sejak pukul 8 pagi, sekitar 158 warga Cisambeng mendatangi lokasi kegiatan Kaum Ibu Melawan Stunting di Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadi’in.

Pesantren ini merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang menerapkan metode modern. Selain metode tradisional seperti sorogan dan bandungan, Raudlatul Mubtadi’in juga menggunakan metode amtsilati untuk mengajarkan membaca kitab kuning secara cepat.

Baca Juga  Napoleon Menemukan Istri ‘Barunya’

Pengasuh Raudlatul Mubtadi’in sekaligus Ketua Muslimat NU Kabupaten Majalengka, Minatul Maula, berterima kasih kepada HaloPuan dan Puan Maharani yang telah mau berbagi ilmu seputar penanggulangan stunting. Selain kesehatan, Minatul menekan pentingnya peran keberagamaan dalam mempersiapkan pernikahan dan kehamilan, dan pada akhirnya dalam melawan stunting.

“Ibu-ibu dan remaja putri yang hadir di sini memiliki peran penting dalam membesarkan generasi masa depan bangsa,” katanya, “karena kitalah yang paling dekat dengan anak-anak sehingga kita harus mengetahui ajaran agama tentang pendidikan anak dan doa-doa untuk anak.”

Sekitar 158 peserta kegiatan ini terdiri dari ibu dengan baduta (bayi bawah dua tahun), ibu hamil, dan santriwati. Mereka memperoleh penyuluhan mengenai pola asuh dan pola makan yang benar untuk mencegah kejadian stunting. Khusus kepada remaja putri, staf ahli gizi Puskesmas Waringin, Nana Karmanah, menekankan pentingnya mereka menjaga kesehatan alat reproduksi dengan menghindari pergaulan bebas.

Baca Juga  Volkswagen Beri Bocoran Soal Van Listrik Terbarunya

“Salah satu penyebab stunting adalah penyakit infeksi, yang antara lain adalah HIV/AIDS,” ujarnya.

Penyuluh lain dari Muslimat NU, Piah Murtapiah, meminta kaum ibu untuk tidak lupa berdoa saat berhubungan dengan suami dengan niat memperoleh keturunan. “Ini agar janin dan nantinya bayi kita selalu memperoleh perlindungan dari Allah SWT,” katanya seraya membacakan doa dimaksud.

Koordinator HaloPuan, Poppy Astari, menjelaskan mengapa Puan Maharani fokus kepada penanggulangan stunting di Jawa Barat. Ini karena angka kejadian stunting di provinsi ini termasuk tinggi, yakni 24,5 persen atau lebih tinggi dari rata-rata dunia sebesar 20 persen.

“Stunting ini tidak hanya akan berdampak pada fisik tapi juga perkembangan kognisi anak, sehingga generasi masa depan bangsa nantinya tidak mampu bersaing di tingkat global,” kata Poppy.

Baca Juga  Seragam Hitam Pengawal VVIP, Siapa Yang Pertama Memakainya?

Tim HaloPuan kembali menyampaikan gagasan untuk memanfaatkan daun kelor dalam melawan stunting. Penggunaan daun kelor sangat mudah dan murah. Tanaman kelor tahan terhadap kekeringan dan hama. Daun kelor juga sudah bisa dipanen setelah tiga bulan ditanam.

Nilai nutrisi dan gizi yang dikandung daun kelor juga sangat kaya, dan ini telah dibuktikan oleh banyak riset ilmiah. Bubuk daun kelor misalnya setara dengan 7 kali vitamin C pada jeruk, 4 kali kalsium susu, 4 kali vitamin A pada wortel, 2 kali kalsium pada susu, dan 3 kali potassium pada pisang. Karena itu, dengan konsumsi bubuk daun kelor, ibu dan balita bisa memperoleh keseimbangan gizi.

Di akhir kegiatan, HaloPuan dan Muslimat NU membagikan paket makanan tambahan untuk kaum ibu dan balita. Termasuk di dalam paket itu adalah 400 gram bubuk daun kelor. MB

Share :

Baca Juga

Berita

Kelapa Jadi Denyut Kehidupan Kabupaten Indragiri Hilir
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama
Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Perbankan Nasional yang Rentan Gosip
Sido Muncul

Berita

Sido Muncul Raih PROPER Emas KLHK Dua Kali Beruntun
adiwiyata

Berita

Di Tangan Pak Agung, SDN Banjarejo Madiun Raih Adiwiyata Nasional

Berita

Beban Psikologis dan Trauma Bertahun-tahun Hilang Melalui Olah Pernafasan Coach Rheo
Menhub Budi Karya melepas impor INKA

Berita

PT INKA Madiun Ekspor 262 Gerbong Barang ke Selandia Baru

Berita

Lawatan ke Eropa dan Timur Tengah, Presiden Jokowi Bawa Komitmen Investasi 600 T Lebih