Home / Wisata & Budaya

Jumat, 3 Desember 2021 - 19:15 WIB

Desa Detusoko Barat, Pintu Utama Menuju Taman Nasional Kelimutu

Desa Wisata Detusoko dikenal juga dengan Kampung Adat Sao Ria Nuarini.

Detusoko Barat termasuk ke dalam salah satu desa penyangga Danau Kelimutu serta menjadi pintu utama menuju Taman Nasional Kelimutu. Tak ayal, jika Desa Detusoko Barat memiliki potensi alam dan budaya yang luar biasa. Untuk sampai di desa ini diperlukan waktu tempuh selama 45 menit dari pusat kota Ende.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno saat berada di Desa Detusoko Barat, Ende, NTT, Rabu (1/12/2021)

Berada di ketinggian 800 mdpl, Detusoko Barat menghadirkan topografi yang indah. Terdapat areal persawahan terasering yang luasnya tidak seragam dan sudah ada sejak dulu. Menurut cerita masyarakat desa, areal persawahan yang ada merupakan warisan dari generasi ke generasi dan hampir dimiliki semua keluarga yang mendiami Desa Detusoko Barat. Di tengah persawahan terdapat Jembatan Kali Lowaria yang berwarna-warni.

Baca Juga  Desa Tipang Kabupaten Humbang Hasundutan, Masih Memiliki Peninggalan Sejarah Suku Batak

Selain areal persawahan, ada pula kolam air panas Ae Oka Detusoko. Kolam ini adalah pemandian air panas yang berada 1 km dari terminal Detusoko. Air panas ini mengandung belerang dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Desa Detusoko Barat juga memiliki ragam seni dan kebudayaan khas. Di antaranya Tari Mega, tarian penyambutan. Lalu, Tari Sanggualu yang merupakan tarian turun-temurun oleh para leluhur. Tarian ini dilakukan oleh para muda-mudi dengan menggabungkan permainan tradisional dari batang bambu.

Desa Detusoko Barat memiliki sanggar yang bernama Sanggar Dau Dole Pokdariwis Nira Neni, sebagai wadah untuk melestarikan tarian tradisional, musik dan lagu lokal Lio Ende.

Yang menarik dari Desa Detusoko Barat yakni ritual adat yang dilakukan oleh Suku Lio Ende dalam satu tahun sekali. Ritual ini disebut Nggua Uwi, untuk menunjukkan rasa syukur atas kehidupan, panen, serta keselamatan yang diperoleh.

Baca Juga  Pengangkatan Novel Baswedan Cs Menjadi PNS di Polri Jerumuskan Kapolri

Salah satu hasil panen yang menjadi komoditas utama adalah kemiri. Kemiri tumbuh subur di Desa Detusoko Barat. Selain dimanfaatkan untuk minyak kemiri, buah kemiri juga dimanfaatkan oleh anak-anak desa sebagai alat utama permainan mereka (pengganti kelereng).

Ada pula produk kuliner lokal yang telah dikemas dan bisa menjadi oleh-oleh khas Detusoko Barat. Di antaranya, Kopi Detusoko, olahan sambal, Beras Merah, Beras Hitam, Selai Kacang, Aneka Minuman Herbal, dan Mangga Kering. Sementara untuk produk kriya ada gelang, cincin, anting, parfum yang terbuat dari kopi, serta lampu hias.

Baca Juga  Jaksa Agung Tuntut Hukuman Mati untuk Koruptor

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Parekraf memberikan dukungan berupa alat-alat untuk membuat lampu hias hingga peralatan musik kepada pelaku ekraf setempat. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan semangat dan kreativitas masyarakat serta membuka penciptaan lapangan kerja di Desa Detusoko Barat.

Bantuan tersebut diberikan Menparekraf di sela visitasinya ke Desa Wisata Detusoko Barat, Rabu (1/12/2021). Desa Detusoko Barat sendiri merupakan desa rintisan yang masuk ke dalam 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. hw

Share :

Baca Juga

Kyai Mursyed

Berita

Dewi Kwan Im di Rumah Religi Unik Kyai Mursyed, Bulakrejo, Madiun

Wisata & Budaya

Desa Kole Sawangan Tana Toraja Bersiap Jadi Desa Wisata
Alfie Alfandy

Berita

Alfie Alfandy: Kalau Berdakwah Jangan Setengah-Setengah

Wisata & Budaya

Menpareparekraf Harap The Hub Equestrian, Archery and Coffee Alternatif Destinasi Wisata Halal di Jakarta

Wisata & Budaya

Seleksi Bersama Masuk PTN Pariwisata Dibuka Mulai 1 Maret 2022

Wisata & Budaya

Tiga Desa Wisata Wakili Indonesia dalam Ajang “UNWTO Best Tourism Villages”

Wisata & Budaya

Kebijakan Bebas Karantina dan Visa on Arrival Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisman ke Indonesia
Tangga 2001

Berita

Tangga 2001 Pagaralam yang Baru Bertangga 201 Wajib Disempurnakan