Home / Berita / Wisata & Budaya

Senin, 20 Desember 2021 - 07:01 WIB

Pameran Lukisan Datan Gingsir Sewu Warsa di Madiun Berakhir

Lima Perupa menerima penghargaan

Lima Perupa menerima penghargaan

DeFACTO.id – Usai sudah pameran lukisan yang bertajuk ‘’Datan Gingsir Sewu Warso’’ di Galeri Indigo Madiun. Pameran ini  menampilkan karya 5 pelukis gaek Madiun .  Diakhiri penyerahan piagam penghargaan lifetime achievement award.

Piagam itu diserahkan oleh  Syska La Veggie direktur program Biennale Jatim 9 kepada kepada Suharwedi, Rulianto Warsito, Muhajir, Tri Moeljo dan Rudi Asmoro..

Selain iru mereka juga menerima dana masing-masing Rp 5 juta yang diserahkan oleh kurator program wilayah Madiun Dwi Kartika Rahayu.

“Dana ini akan digunakan untuk produksi buku biografi, film dokumenter perupa dan pameran tunggalnya, ‘’papar Kartika, pelukis dan kurator lulusan FSR ISI Yogyakarta ini.

Jangkung Suprianto

Diawali dengan  art performance  oleh Jangkung Suprianto membuat suasana terkesan magis dengan gerak ritmis tarian kontemporer.  Acara sempat molor satu jam karena terkendala persiapan sound system untuk simposium.

Baca Juga  Desa Kole Sawangan Tana Toraja Bersiap Jadi Desa Wisata

Para audiens yang hadir tidak hanya berasal dari Madiun saja.  Pun juga  dari berbagai daerah.  Seperti  Surabaya, Tulung Agung, Ponorogo, Magetan, Ngawi. Bahkan hadir dari Jakarta.  Mereka yang hadir di sore hari tanggal 18 Desember 2021 tampak antusias dengan melihat-lihat karya para perupa gaek itu.

Suharwedi, salah satu penerima award datang menggunakan kemeja batik buatannya sendiri.  “Saya sangat antusias, menggembirakan, gerakan generasi muda, yg kini telah lebih peduli pada perkembangan dan kebangkitan seni rupa,’’ katanya.

Menurut dia dari Jatim, oleh Jatim, untuk Indonesia, tidak perlu kurator luar Jatim. Anak muda sudah mencengangkan wawasannya. Telah mampu berolah seni, berapresiasi, menggali dan mampu berkata ini aku Jatim. ‘’Aku melihatnya puas, anak muda sudah peduli kesenirupaanya sendiri,” papar perupa ketua Hisma yang karya batik lukisnya telah di pamerkan di Kyoto, Jepang tahun 2018. Karyanya telah mendunia. Juga di koleksi oleh kolektor dari Australia.

Baca Juga  DI BALIK REFORMASI 1998: Detak Detik Sumbu Bom Waktu (IV):
Penyerahan piagam olehSyska La Veggie direktur program Biennale Jatim 9

Patung Banteng Ketaton

Sementara itu tampak anak-anak muda yang nota bene adalah seniman-seniman alumni dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya (Unesa) dan Yogyakarta (ISI Yogyakarta). Mereka  memersiapkan simposium yang membahas tentang seluruh acara yang berhasil di eksekusi.

Simposium dipandu Syska La Veggi dengan pembicara Desy Rahma (perupa wanita asal Madiun) yang sedang berproses kesenian di Yogyakarta. Ia  alumnus pasca sarjana pengkajian seni ISI Yogyakarta dan Sapta Rahita selaku dewan syuro kurator Biennale Jatim 9 wilayah Madiun, Magetan dan Ngawi.

Baca Juga  Gibran Antusias Dukung Turnamen Sepak Bola Antarwartawan di Solo

Simposium di tengah ruang pamer galeri Indigo Art Space dihadiri hampir 50 audiens. Sapta menerangkan tentang kecederungan yang ia temukan di lapangan. “Program yang dilakukan di Madiun ada tiga, tentang pameran lukisan yang menyasar ke art therapi, konsep kegiatan dijalan pahlawan Madiun yang meretrospeksi sejarah senirupa Madiun ,’’ katanya

Dan kapsul waktu oleh Shalihah Ramadhanita yang mengungkap sisi menarik dari patung- patung bersejarah yang ada di Madiun. ‘’Seperti banteng ketaton di depan Stadion Wilis”, ungkap perupa muda jebolan Unesa dua tahun lalu.*  Santoso

Share :

Baca Juga

Berita

Berkas Sudah P21 Penyidik Polda Banten Malah Undang Gelar Perkara Lagi
Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Detak Detik Sumbu Bom Waktu V
WAGIMAN DEEP

Berita

Wawancanda Wagiman Deep: “Jangankan Jajal Sirkuit, Pake Sarung Aja Bikin Orang Julid”

Berita

Gedung Damkar Jakarta Timur Berdiri di Atas Tanah Bermasalah, Ahli Waris Merasa Ditipu

Berita

2 Jam Digital, Berbeda Waktu
HUKUMAN MATI

Berita

Jaksa Agung Tuntut Hukuman Mati untuk Koruptor

Berita

Pagaralam, Magnet Wisata Sumatera Selatan

Wisata & Budaya

Organisasi Pewayangan dan Dalang Sikapi Dakwah Pengharaman Wayang