Home / Berita

Sabtu, 20 November 2021 - 20:47 WIB

KPK Makin Fokus Dalami Formula E, yang Memperkaya Diri Bakal Jantungan

deFACTO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kejanggalan rencana penyelenggaraan Formula E.

KPK terus menelusuri kemungkinan adanya pihak yang memperkaya diri melalui ajang balap mobil listrik itu.

 Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengatakan, KPK tengah mencari pihak yang memperkaya diri sendiri maupun korporasi dalam kasus dugaan korupsi ajang balap mobil listrik Formula E di DKI Jakarta.

Baca Juga  Aktor-aktor Senior Sepakat Gelar Kongres Parfi

“Menurut Pasal 2 ayat 1 itu tindak pidana korupsi terjadi jika ada pihak yang memperkaya diri sendiri dengan cara melawan hukum. Memperkaya diri sendiri itu bukan hanya untuk penyelenggara negara, tapi orang lain atau korporasi,” katanya di Gedung Juang KPK, Jumat (19/11).

Sampai saat ini KPK masih terus mendalami bukti dan keterangan adanya pat gulipat dalam ajang Formula E. Termasuk dugaan adanya penyalahgunaan wewenang oleh penyelenggara negara.

Baca Juga  Bamsoet Dorong Inpres Tentang Pembangunan Monumen Nasional Bela Negara

“jika adanya dugaan penyalahgunaan wewenang Pasal 3 UU Tipikor, atau pun kalau ada tindak pidana lain sebagaimana diatur pasal 5, 13, atau 12, ini masih dalam proses telaah,” jelasnya..

Baca Juga  Menunggu Para "Racer" Politik Berpacu…

Atas permintaan KPK, Kepala Inspektorat DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat dan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto telah menyerahkan dokumen setebal 600 halaman penyelenggaraan Formula E kepada KPK.

Dokumen itu sedang diteliti KPK. Bisa jadi kalau ada pihak yang memperkaya diri dalam rencana penyelenggaraan Formula E, saat ini tengah jantungan.*

Agustina

Share :

Baca Juga

Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Bertanya itu Haram

Berita

Rudraksha, Biji ‘Mata Siwa’ Yang Kaya Manfaat

Berita

Dorongan Mas Menteri Sandi Kepada Sineas, Bikin Maju Atau?
Gong Yoo

Berita

Aktor Squid Game, Gong Yoo Resmi Membuat Akun Instagram Pribadinya
Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Parasit Ekonomi Indonesia

Berita

Ken Setiawan: MUI Dibiayai Pemerintah tapi Jadi Sarang Oposisi

Berita

Harga Beras Membuat Emak-Emak Ingat Pak Harto

Berita

Ahli: Pelimpahan IUP oleh Mardani Maming Tidak Langgar UU Minerba