Jakarta, Defacto – Sekretariat merupakan simbol eksistensi sebuah organisasi. Alangkah baiknya bila sekretariat sebuah organisasi berada di bangunan / gedung milik sendiri. Selama ini Sekretariat PWI Pusat maupun PWI Provinsi Jakarta, tidak memiliki gedung sendiri. PWI Pusat menempati Gedung Dewan Pers di Jl. Kebon Sirih Jakarta sampai akhirnya diusir, dan PWI Jaya menempati gedung milik Pemprov DKI Jakarta yang kini jadi Gedung Bank DKI di Jl. Suryopranoto, Jakarta Pusat.
Keinginan memiliki gedung itu rupanya dipikirkan oleh Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo. “Sejak tahun 2007 PWI Jaya menempati gedung Bank DKI di Jalan Suryopranoto. Saya berpikir, alangkah baiknya bila PWI Jaya memiliki gedung sendiri. Rencana ke arah itu mulai kami pikirkan, mudah-mudahan suatu saat kita punya gedung sendiri, entah berlantai lima atau tujuh,” kata Kesit di hadapan peserta Konferensi Kerja PWI Jaya 2024, di Hotel Grand Cempaka, Cipayung, Sabtu (30/11/2024).
Memikiki gedung sendiri adalah salah satu niat yang diinginkan PWI Jaya. Dalam Konferensi kerja, anggota PWI yang terbagi dalam 3 Komisi, menyusun sekian banyak program yang akan dijalankan mulai tahun 2025 mendatang.
Konferensi Kerja (Konker) PWI DKI Jakarta yang berlangsung di Grand Cempaka, Cipayung, Bogor, sebagai langkah strategis menyusun program kerja yang terarah untuk merealisasikan janji-janji saat Kongres Daerah. Dalam sambutannya, Kesit menyampaikan pentingnya menuangkan ide-ide kreatif, seperti menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, pengadaan ambulans, uji kompetensi wartawan, hingga pengadaan aset seperti pembangunan gedung sendiri.
“Konferensi ini adalah kesempatan emas untuk menyusun program yang optimal, termasuk pembinaan kelompok kerja di pemerintahan kota, pengadilan, kejaksaan, dan kepolisian,” ujar Kesit, Sabtu (30/11).
Konker ini diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota dari berbagai wilayah DKI Jakarta, yang menunjukkan soliditas organisasi. Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, seperti Oval, Bank DKI, Koran Kota, Terminalnews, Persija Jakarta, Liga Indonesia Baru, serta sejumlah media seperti SK Dialog, Meganews.id, dan Koran Jakarta.
Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, memberikan apresiasi atas program unggulan PWI Jaya, seperti umroh gratis, pengadaan ambulans, dan rencana pembangunan gedung. “Jika ini terwujud, maka PWI Jaya akan menjadi barometer PWI di Indonesia,” ucap Zulmansyah. Ia menekankan pentingnya integritas wartawan yang diajarkan melalui sekolah jurnalisme, serta mendukung upaya menjaga marwah PWI di atas segalanya.
Zulmansyah juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas dan melindungi profesi wartawan. “Tidak boleh ada wartawan yang dipenjara karena berita,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DKI Jakarta, Irdawati, berharap pengurus PWI Jaya dapat bersinergi dengan Dewan Kehormatan dalam merumuskan rencana kerja untuk periode 2025-2029.
Konferensi ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari para anggota, menandakan komitmen bersama untuk mewujudkan program kerja unggulan demi memperkuat profesi dan organisasi wartawan. (MB)