Home / Properti / Wisata & Budaya

Selasa, 12 Maret 2024 - 12:46 WIB

Tinggal di Sentul City Serasa Berada di Tempat Wisata

Defacto, Bogor – Tempat tinggal merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar umat manusia yang harus dipenuhi. Sebagian orang telah mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Lalu kriteria rumah seperti apa yang perlu dimiliki?

Sebagian besar orang menginginkan rumah yang memiliki akses transportasi mudah; tidak jauh dari tempat kerjanya. Tidak peduli apakah rumah itu berada di lingkungan padat atau tidak memiliki sanitasi yang baik.  Tetapi bagi sebagian orang, rumah bukan hanya sekedar tempat untuk berisitirahat dan berkumpul bersama keluarga, melainkan menjadi tempat yang mampu memberikan kenyamanan dan aman. Tinggal di lingkungan yang baik, diyakini dapat membuat tubuh lebih sehat, dan mampu meningkatkan kinerja maupun kreativitas.

Lingkungan yang aman dan nyaman, akan menjadi pilihan, meskipun transportasi publik yang dapat membantu aktivitas dan mobilitas tidak terlalu mendukung. Bagi golongan the haves, transportasi publik bukanlah syarat utama, karena kalangan ini umumnya memiliki kendaraan pribadi.

Sentul City di Kabupaten Bogor, sebuah permukiman bernuansa alam yang asri dengan iklim yang lebih sejuk dibanding perkotaan. Pemukiman ini telah menjadi pilihan kalangan menengah ke atas untuk tempat tinggal mereka. Permukiman dengan kontur  landscape  perbukitan; dengan berbagai tumbuhan yang ditata sedemikian rupa; dengan taman-taman maupun danau buatan alam; dan jalan-jalan lebar yang berada di lingkungan tempat tinggal, membuat Sentul City menjadi sebuah permukiman yang sangat nyaman untuk ditinggali.

“Dan yang membuat kita berbeda dengan tempat lain adalah, the one and only, adalah segala sesuatu yang tidak dimiliki di tempat lain. Jadi orang masuk ke Kawasan Sentul City ini pohonnya banyak, di mana pun setiap berhenti banyak spot untuk foto dengan nuasan alam, kita punya pemandangan pegunungan,” kata Rini Ragazy, Manager Pemasaran di PT. Sukapura Graha Cemerlang, perusahaan pengelola Kawasan permukiman Sentul City.

Selain penataan lingkungan yang sedemikian rupa, Sentul City juga dekat dengan obyek wisata alam. Tidak jauh dari tempat ini terdapat Kawasan wisata Gunung Pancar yang memiliki pemandian air panas, wisata air terjun / Curug Bidadari, air terjun yang memiliki kolam renang; area trekking di Leuwihejo dan banyak lagi. Ingin menikmati berbagai kuliner enak atau ke Kebun Raya Bogor pun tidak jauh. Hanya 10 menit dari Sentul, melalui jalan tol.

Baca Juga  Masih Terjadi Penimbunan Solar Bersubsidi

Namun bagi warga Sentul City, tanpa pergi liburan ke tempat-tempat wisata alam yang ada di sekitarnya pun, tempat tinggalnya sudah seperti di villa. Di beberapa cluster, bangunan yang besar memang dirancang sedemikian rupa. Bangunan-bangunan yang terpisah satu dengan lainnya, berada di perbukitan dengan pemandangan alam luar biasa, tak ubahnya seperti villa di pegunungan.

“Jadi kalau tinggal di sini, kalau sudah pulang tuh rasanya tidak mau ke mana-mana lagi. Rasanya sudah berada di tempat wisata saja. Apalagi untuk cluster-cluster yang bangunannya besar. Semuanya punya kolam renang pribadi, halaman yang luas. Betul-betul nyaman,” ujar Riny.

Kenyamanan tinggal di Sentul juga diakui oleh artis film senior Yana Achbarie. Lingkungan Sentul yang nyaman, sangat membantu bagi kesehatan suaminya yang berusia lanjut. Bagi dirinya pun lingkungan Sentul sangat nyaman.

“Untuk berolahraga cukup jalan kaki di sekitar rumah karena udaranya bersih. Kalau mau berbelanja pun ada mobil lingkungan. Saya beberapa kali belanja di pasar segar naik mobil itu,” kata Yana.

Namun karena suaminya pensiunan, ia merasa agak berat untuk membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) setiap bulan. Besarnya iuran Rp.2.500 dikali luas tempat pemukiman yang ditinggalinya. Karena dia bersama keluarganya tinggal di atas tanah seluas 280 m2, maka tiap bulan harus membayar sebesar Rp. 700 ribu.

“Dulu sih sebelum pensiun tidak berasa ya. Buat mereka yang masih aktif, apalagi pengusaha atau pejabat, tentu tidak terasa ya. Cuma saya bersyukur, tinggal di sini nyaman, aman, dan fasilitasnya juga lengkap,” kata Yana yang sudah 8 tahun tinggal di Sentul City.

Soal keamanan dan kenyamanan merupakan prioritas yang diutamakan oleh pihak pengelola. “Di sini ada departemen pengamanan, ada departemen khusus kebersihan, ada yang ngurus tamannya sendiri. Taman di sini luar biasa karena. Karena secara landscape, kita punya luasan dan jenisnya itu macam-macam.  Selain itu kita punya yang namanya estate officer atau residence officer. Mereka yang berhubungan langsung dengan warga kita,” ungkap Rini Ragazy.

Baca Juga  Olimpiade Berlin 1936, Liputan Televisi Pertama Kali di Dunia

Karena lingkungannya yang asri, indah dan mudah diakses dari berbagai penjuru, Sentul City kerap menjadi destinasi wisata dadakan bagi masyarakat luar yang jenuh menghadapi kemacetan jalan menuju puncak atau Bogor. Akibatnya di hari libur, Sentul City juga dipadati oleh kendaraan pengunjung yang datang dari luar.  

Meskipun Sentul City merupakan Kawasan permukiman eksklusif, tetapi warga dari luar pemukiman juga bisa masuk, walau pun hanya di Kawasan utama saja. Seperti di jalan-jalan utama, tempat-tempat kuliner atau tempat santai yang dibangun khusus untuk masyarakat umum.

“Tetapi kalau untuk cluster, kita one gate acces. Pengunjung dari dari luar hanya bisa diakses di kawasan utama. Kita menyebutnya area micro dan area macro. Nah cluster-cluster itu yang disebut area micro.  sudah pasti orang yang tidak punya kepentingan, tidak bisa masuk. Tapi kalau di jalan utama, karena kita konsepnya Kawasan, orang luar bisa lalulalang, bisa datang,” ungkap Rini Ragazy.

Sejak dibangun, Sentul City dirancang untuk menjadi sebuah kota mandiri. Selain untuk pemukiman, Sentul City juga memiliki Kawasan bisnis, baik yang berada di bagian muka hingga ke dalam. Kawasan bisnis di Sentul City makin berkembang dengan berdirinya Aeon Mal. Kota mandiri ini juga memiliki rumah sakit sendiri, tempat ibadah. Di Sentul City juga terdapat berbagai fasilitas publik seperti Sentul International Convention Center (SICC), Bellanova Country MallSekolah Pelita Harapan, KB/TK/SDS TARUNA BANGSA, Sentul Wonderland Outbound Kids, tempat olahraga, dan lain-lain.

Di manakan Sentul City berada?  Sentul City terletak 46 kilometer di sebelelah Selatan, agak Tenggara, Jakarta, sebelum Kota Bogor. Dengan kendaraan roda empat bisa ditempuh dalam waktu 48 menit melalui jalan tol Jagorawi. Dari tol Jagorawi, Sentul City memiliki pintu tol sendiri. Selain itu dari Sentul City juga bisa terhubung dengan tol Bogor Ringroad.

Sampai saat ini memang belum ada angkutan umum khusus yang melayani dari Jakarta ke Sentul City. Tetapi banyak bus-bus umum dari Bogor tujuan Jakarta yang mampir ke Sentul City untuk mengambil penumpang. Sedangkan dari Bogor, sudah ada bus Trans Pakuan yang melayani penumpang dari Borani Square hingga ke Aeon Mal.

Baca Juga  Kenaikan Peringkat TTDI Indonesia Jadi Basis Pembangunan Indonesia di Masa Depan

“Kalau park and ride kita sudah ada, yakni di Bellanova. Jadi dari Bellanova masyarakat bisa mendapatkan kendaraan umum menuju Jakarta atau Bogor. Ke depan kita harapkan LRT juga akan sampai ke Sentul City, sehingga memudahkan warga yang ingin menggunakan transportasi publik. Tapi saat ini kami sudah bekerja dengan LRT, membawa warga ke stasiun LRT di Cibubur, menggunakan bus khusus dari Sentul City,” kata Rizi Ragazy.  

Sejarah Sentul City

Sentul City (dahulu bernama Bukit Sentul) adalah sebuah kawasan “kota pegunungan” seluas kira-kira 3.000 hektare yang berada di Kecamatan Babakan MadangKabupaten Bogor, di sebelah timur Kota Bogor yang dikembangkan oleh PT Sentul City Tbk. Pembangunan Sentul City sangat berkaitan dengan isu pemindahan ibu kota negara ke Jonggol tahun 1990an, karena bagian timur dari Sentul City yaitu Desa Karang Tengah sebelum tahun 1999 adalah bagian dari Kecamatan Jonggol. Kawasan ini, dibangun sebagai tempat hunian sekaligus pariwisata, berada di ketinggian 175-300 meter di atas permukaan laut.

Proyek perumahan dan infrastruktur Sentul City mulai dibangun pada Januari 1994. Pada tahun 1997, dibuka akses langsung ke kawasan ini melalui pintu gerbang tol Sentul Selatan. Selain itu, Sentul City juga dirancang sebagai gerbang barat menuju Kota Mandiri Jonggol, yang digadang-gadang sebagai calon ibu kota negara pada era Orde Baru, selain kawasan Transyogi, Cibubur sebagai gerbang utara Jonggol.

Rumah-rumah di Sentul City dibangun bervariasi. Dimulai dari ukuran 60 m2 yang berharga Rp.1 milyar, dan ada penghuni yang memiliki tanah berukuran ribuan meter.  Sampai saat ini baru 1000 hektare yang sudah dibangun, dibagi menjadi 40 cluster. Masih ada 2000 hektar lebih yang akan dikembangkan.

“Mayoritas penghuni Sentul City memang kalangan menengah ke atas, walau pun ada yang membeli tempat ini hanya untuk investasi. Biasanya kalau yang mampu, sudah membeli satu tempat lalu membeli lagi tempat lain, karena mereka tahu investasi di sini menguntungkan,” kata Rini Ragazy. (hw)

Tampilkan kutipan teks

Share :

Baca Juga

TEATER KOMA

Berita

Empat Sutradara Wanita Teater Koma Pentas di Sanggar
Tangga 2001

Berita

Tangga 2001 Pagaralam yang Baru Bertangga 201 Wajib Disempurnakan

Berita

Perputaran Ekonomi Sektor Parekraf Selama Lebaran Capai Rp369,8 Triliun

Bisnis & Kuliner

Melihat Keindahan Sempurna Gunung Salak Sambil Nyeruput Kopi

Berita

Pameran Lukisan Presiden dan Wakil Presiden RI, sejak Bung Karno hingga Jokowi

Wisata & Budaya

Memparekraf Siap Berkolaborasi untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif di Purbalingga

Wisata & Budaya

Desa Tetebatu Magnet Wisata Alam di Kaki Gunung Rinjani

Wisata & Budaya

Desa Kole Sawangan Tana Toraja Bersiap Jadi Desa Wisata