Home / Wisata & Budaya

Rabu, 23 Maret 2022 - 19:12 WIB

Selain F1 Boat Race, Sandiaga Uno Juga Gagas Tour de Danau Toba

Jakarta, Defacto – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno terus mempersiapkan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas di era Presiden Jokowi. Setelah F1 Boat Race, kini orang nomor satu di Pariwisata itu tengah menggagas Tour de Danau Toba yang juga bakal diadakan di tahun 2023..

Berawal dari kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ke Danau Toba dirinya sempat menjajal jalur yang ada di Danau Toba dengan menggunakan sepeda. Kala itu Sandiaga Uno bersepeda di Pulau Samosir sambil menikmati keindahan alam yang ada.

“Jalurnya asik, dibalut keindahan Pulau Samosir, namun saya tekankan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan saya juga berpesan agar selalu mengutamakan keselamatan,” kata Sandiaga Uno.

Danau Toba merupakan danau populer di Sumatera Utara dengan pemandangan alam kawasannya yang mutlak tak bisa ditawar. Hamparan hijau perbukitan di sekitarnya, serta biru danau dengan Pulau Samosir yang berada di tengah adalah gambaran keindahan tempat ini.

Sandiaga Uno melakukan serangkaian olahraga mulai dari bersepeda sejauh 10 kilometer dan berlari sejauh 2,5 kilometer. Rute yang dilalui SSU merupakan spot-spot wisata terbaik di Pulau Samosir. Mulai dari panorama melewati dermaga Ambarita kemudian melintasi Garoga menuju ringroad hingga finish di Desa Tuk Tuk.

Baca Juga  Bersama Make Joka, Wayang Krokot Merintis Pameran Lukisan di Madiun

“Pengembangan infrastruktur tidak akan sukses jika SDM dan masyarakatnya juga tidak dibangun. Jadi bangun raganya, bangun jiwanya. Bukan hanya membangun infrastrukturnya saja tapi juga membangun manusianya,” ucapnya.

Selaras dengan Sandiaga Uno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan juga ingin ada agenda internasional tematik yang berlangsung di Danau Toba, Sumatera Utara. Salah satu agenda wisata tematik yang dia usulkan adalah Tour de Danau Toba.

Danau Toba memiliki potensi sebagai tempat penyelenggaraan event internasional tematik, supaya Danau Toba lebih populer dan dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, dia berharap ada acara olahraga berskala internasional seperti F1 H2O dan Tour de Danau Toba,” katanya.

Bicara Danau Toba tentunya tidak akan terlepas dari sejarahnya. Salah satu spot wisata sejarah yang bisa disambangi yakni Pusuk Buhit yang ada di Panguruan, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Di mana, destinasi yang satu ini bisa menjadi tujuan liburan yang menarik di Sumatera Utara karena Pusuk Buhit terkenal dengan cerita urbannya.

Baca Juga  Komunitas Srikandi Wonderful Ride akan Kunjungi Berbagai Destinasi Wisata di Jabar
Pesona Danau Toba (Foto: Indonesia Travel)

Pusuk Buhit destinasi wisata di Danau Toba bisa disambangi. Apalagi, menurut mitos Batak, Pusuk Buhit adalah tempat kelahiran Suku Batak atau asal mula Suku Batak. Penduduk setempat percaya bahwa Pusuk Buhit adalah tempat kelahiran Raja Batak.

Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan di Pusuk Buhit. Datang ke Pusuk Buhit maka kamu wajib datang ke Tower Tele, pasalnya tempat ini bisa dibilang sempurna untuk menyaksikan pemandangan keindahan Danau Toba. Ada tempat menarik lainnya di dekatnya seperti Aek Sipitu Dae, Batu Hobon, dan sebagainya. Untuk menggapainya maka dari kota Medan harus melewati Kabupaten Karo menuju Sidikalang (Kabupaten Dairi) melewati Menara Tele, setelah itu dilanjutkan menuju Pangururan.

Selain Pusuk Buhit, destinasi wisata lainnya yang bisa jadi pilihan saat berlibur ke Danau Toba maka bisa menyambangi Ranu Kumbolo-nya Sumatera Utara. Jika Ranu Kumbolo selama ini hanya bisa ditemui saat mendaki ke Gunung  Semeru maka di Danau Toba juga ada Ranu Kumbolo.

Baca Juga  Menunggu Para "Racer" Politik Berpacu…

Ranu Kumbolo-nya Danau Toba berada di Paropo adalah salah satu Desa yang memiliki keindahan alam berada di Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Tak hanya di Gunung Semeru, Danau Toba juga ada Ranu Kumbolo tepatnya di Paropo. (Foto: Instagram @paslacamp)


Bagi yang tidak suka berkemah, di Paropo kini sejumlah penginapan sudah mulai berdiri dengan harga kamar yang bervariasi, mulai dari harga Rp200 ribu per malam hingga Rp500 ribu per malam, sesuai fasilitas dan lokasi penginapan, apakah berada di tepi danau atau dekat perbukitan.

Perjalanan menuju Paropo dari Kota Medan memakan waktu tempuh 3-5 jam via jalur darat Medan-Brastagi-Dairi atau sekitar 30 menit dari Sidikalang. Bila dari Tongging, sekitar 10 menit perjalanan menyusuri jalan yang masih sempit di tepi danau. Untuk tiket Masuk Rp4 ribu per Orang. Sementara untuk parkir kendaraan dikenakan Rp15 ribu.

Kalau ingin tahu informasi dan rekomendasi destinasi wisata menarik lainnya, kamu bisa follow Instagram @pesona.indonesia dan TikTok @pesonaindonesia.

Share :

Baca Juga

monyet

Berita

Festival Monyet Lopburi Kembali Digelar, Ribuan Turis Mengunjungi Thailand

Wisata & Budaya

Menparekraf Resmikan Rumah Kreatif Gorontalo di Desa Langge, Bone Bolango
Pudensari

Bisnis & Kuliner

‘’Ruh’’ Sadar Wisata Pasar Pundensari Kabupaten Madiun
Kartun

Esai

Lebih Baik ke Penjara

Wisata & Budaya

Penerapan Bebas Karantina Akan Diperluas ke Seluruh Wilayah Indonesia

Wisata & Budaya

Desa Ara Penghasil Phinisi di Bulukumba
Tangga 2001

Berita

Tangga 2001 Pagaralam yang Baru Bertangga 201 Wajib Disempurnakan
Nigeria

Berita

Museum Nasional Seni Afrika di Washington Mulai Kembalikan Perunggu Benin ke Nigeria