Home / Berita

Jumat, 14 April 2023 - 17:22 WIB

Saya dan Anas Urbaningrum

SAYA DAN ANAS URBANINGRUM. Saya mengenal Anas Urbaningrum jauh sebelum ia jadi Ketum Demokrat. Saya memanggilnya Mas Anas dan ia menyebut saya Mas Harry. Kala itu ia masih sesama aktivis, dan saya diperkenalkan oleh aktivis Mas Andy Soebijakto Molanggato.

Saya cukup sering bertemu Mas Anas, beberapa kali ketika ia jadi Ketum Demokrat dan hampir setiap hari ketika Mas Anas ditersangkakan korupsi. Saya beberapa kali hadir dalam persidangannya. Hubungan saya dengan Mas Anas sebatas sahabat. Saya bukan anggota partai manapun. Begitupun ketika Mas Anas meminta saya untuk membuat lagu mars Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), dia tidak meminta saya jadi anggota PPI. Kami berdua membuat lagu mars itu, sebagian syairnya ditulis Mas Anas.

Baca Juga  Puan Maharani Hadir di Inter Parliamentary Union ke-143 di Spanyol

Begitu pula ketika ia didakwa korupsi, rumahnya dikerumuni wartawan, saya menyempatkan diri menemaninya. Sekadar memberinya semangat, juga saran agar wartawan diperlakukan dengan baik, dikasih berita yang dibutuhkan media. Sejauh yang saya tahu dan alami, Mas Anas adalah teman yang mau mendengar. Karena setelah itu, wartawan diperbolehkan masuk rumah, bahkan bersantap bareng di meja makan.

Saya bukan politikus. Saya hanya seniman. Mungkin saya aktivis, tapi bukan politikus. Karena itulah mungkin saya diterima Mas Anas dengan santai. Karena itu pula saya bisa dengan mudah berteman dengan mulai dari preman sampai presiden.

Baca Juga  Gibran Anak Ratu Petruk

Ketika Mas Anas dipenjarakan di Sukamiskin, saya beberapa kali menjenguknya. Saya bawakan beberapa buku. Ia ucapkan terima kasih, walaupun salah satu buku Stodart yang saya bawakan sudah pernah dia baca semasa mahasiswa. Kami berbincang layaknya sahabat. Sama sekali tidak tentang politik. Saya cerita bahwa tahun 1981 saya sudah masuk Sukamiskin untuk syuting film Selamat Tinggal Duka yang disutradarai Soekarno M Noor, dibintangi Rano Karno-Yessy Gusman, dan skenarionya ditulis Syumandjaya. Mas Anas mendengarkan dengan seksama. Ia memang sahabat yang mau mendengar. Teman bicara yang menyenangkan.

Selasa, 11 April 2023, Mas Anas bebas dari Sukamiskin. Pagi saya berangkat ke Bandung bersama Matt Bento. Ratusan, mungkin lebih dari seribu, sahabat yang menjemput Mas Anas. Saya baru bisa menyalami dan memeluk Mas Anas setelah ia berada di restoran Ponyo, tak jauh dari Lapas Sukamiskin.

Baca Juga  Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama

Persahabatan, bagi saya, adalah hubungan personal yang sama sekali tidak berkaitan dengan persepsi, asumsi, pendapat atau reputasi yang dipikirkan orang lain terhadap hubungan emosional saya dengan seseorang yang bersahabat dengan saya. Bersalaman, berpelukan dan mengucapkan selamat menjemput kebebasan kepada seorang sahabat, bukanlah basa-basi yang berdasar pamrih atau kepentingan lain.

Persahabatan adalah persahabatan.

Jakarta, 14 April 2023
Harry Tjahjono

Share :

Baca Juga

Steven Spielberg

Berita

Steven Spielberg Jelaskan Mengapa Menyutradarai ‘West Side Story’

Berita

Max Sopacua Pejuang KLB Partai Demokrat Telah Tiada

Berita

PSSI Seperti Partai Politik!

Berita

Peningkatan Layanan Logistik Transportasi Laut Melalui Inaportnet Perlu Dioptimalkan

Berita

Hadiri Undangan di DPD RI, Amien Rais Dukung Amandemen Konstitusi

Berita

Indonesia Berada di Ranking 102 Indeks Persepsi korupsi

Berita

Pendidikan dan Kebudayaan Sebaiknya Berada di Kementerian Berbeda

Berita

PIALA WALIKOTA GIBRAN RAKABUMING RAKA TIBA DI BALAIKOTA SOLO