Home / Wisata & Budaya

Sabtu, 27 November 2021 - 08:33 WIB

Sandiaga Uno Bertemu Dubes Maroko Bahas Potensi Kerja Sama Sektor Ekraf

Maroko merupakan salah satu negara yang memberikan kontribusi pariwisata cukup besar untuk Indonesia, mulai dari kuantitas hingga spending money. Tercatat, sebelum pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan Maroko ke Indonesia pada tahun 2017 mencapai 11 ribu.

Duta Besar Maroko untuk Indonesia Ouadiâ Benabdellah, menyampaikan bahwa wisatawan Maroko memiliki kesamaan dengan wisatawan Indonesia, yakni cenderung stay cukup lama dan membeli produk ekonomi kreatif.

Hal itu disampaikan Benabdellah ketika menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno,  di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga  Danau Toba Memikat Hati Pariwisata Lewat Event Grand W20 Summit 2022

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas potensi kerja sama di sektor ekonomi kreatif, karena sebelumnya Indonesia-Maroko belum memiliki MoU di sektor tersebut. Selain itu, kedua negara ini juga membahas potensi kerja sama pada penyelenggaraan event internasional.

“Indonesia dan Maroko ini punya kesamaan saat berwisata, mereka datang _stay_ yang cukup lama, lalu sama-sama senang membeli produk kerajinan tangan khas di negara tersebut, dan pulang dengan banyak koper untuk dibagi-bagikan ke kerabatnya,” ujar Ouadiâ.

Baca Juga  Lewat Festival Gemarikan, Menparekraf Sandiaga Uno Berharap Gizi Masyarakat Membaik

Lebih lanjut, Ouadiâ menyampaikan bahwa pada tahun 2019, kesenian sahrawi Maroko hadir dalam pembukaan Pameran Internasional Kerajinan Kreatif 2019. Ia berharap nantinya Maroko bisa terlibat kembali dalam event internasional yang dimiliki Kemenparekraf.

Ouadiâ juga berharap event internasional yang dimiliki oleh Maroko seperti Festival Rabat bisa dikerjasamakan dengan Indonesia.

“Kami juga memiliki Festival Rabat, event ini 2 terbesar di dunia, ada satu juta pengunjung yang datang dan event ini juga masuk ke UNESCO. Semoga ini bisa dikerjasamakan,” ujarnya.

Baca Juga  Replika Mona Lisa Terjual Rp 4 M dan Rp 47 M di Artcurial dan Christies! Lukisan Asli Nilainya Berapa Triliun?

Menparekraf berharap kerja sama ini nantinya akan mempererat hubungan bilateral antar-kedua negara, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama dan saling berkolaborasi dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di kedua negara. Terutama di sektor ekonomi kreatif, sebab belum ada MoU dan kesepakatan kerja sama di bidang ekonomi kreatif antara Indonesia dan Maroko. Serta dapat membantu mempromosikan dan menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya. man

Share :

Baca Juga

Wisata & Budaya

Wayang Vietnam dan Thailand Ramaikan Peringatan Hari Wayang Nasional ke-3

Wisata & Budaya

Sejak Januari 2022 Wisatawan Naik Hingga Seribu Persen

Wisata & Budaya

#NjoNangTemangung, Strategi Penggiat Pariwisata Ajak Wisatawan ke Temanggung

Berita

Penting, Kesetaraan Gender di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Wisata & Budaya

Desa Tetebatu Magnet Wisata Alam di Kaki Gunung Rinjani
Lima Perupa

Berita

Pameran Lukisan Datan Gingsir Sewu Warsa di Madiun Berakhir

Wisata & Budaya

Lewat Festival Gemarikan, Menparekraf Sandiaga Uno Berharap Gizi Masyarakat Membaik

Wisata & Budaya

Selain F1 Boat Race, Sandiaga Uno Juga Gagas Tour de Danau Toba