Home / Berita / Historia

Selasa, 7 Desember 2021 - 18:40 WIB

Remember Pearl Harbor, Reuni Pembom Jepang dan Prajurit Amerika Yang Mempertahanankan Kapal

DeFacto.id- Hari ini, 7 Desember 1941, 80 tahun silam, secara mendadak pangkalan AL-AS di Pearl Harbor, Hawaii, diserang Jepang. Perang Dunia Kedua di kawasan Asia-Pasifik pun pecah.

Puluhan tahun kemudian, dua veteran peristiwa besar itu, pada tahun 2006 lalu, bertemu untuk pertama kali.

Kiri, Takesi Maeda, 85 thn, pilot pembom terpedo dan John Rauschkolb, juga 85 thn, kanan, kelasi kapal, yang bertempur mati-matian bagi negaranya.

Maeda menyerang dan John bertahan.

Pertemuan yang sangat emosional bagi keduanya. Mereka saling perpelukan, menitikkan air mata, dan mencoba mengingat-ingat posisi masing-masing saat kejadian,

Baca Juga  DI BALIK REFORMASI 1998: Resep Menuju Kehancuran

“saya terbang dari utara. Mengarah deretan delapan kapal besar dan menjatuhkan terpedo untuk kapalmu” kata Maeda. John, juru signal kapal USS. West Virginia yang akhirnya tenggelam, merasakan kapal bergoncang hebat tatkala terpedo menghantam. Tubuhnya oleng, “kamu bisa saja membunuh saya” ucap John.

Maeda memeluk, “maafkan saya” katanya.

Keterangan foto tidak tersedia.
Samar-samar terlihat tubuh USS. Arizona

Keduanya lalu berangkulan, dan memahami posisi masing-masing bahwa saat itu mereka berada dalam situasi yang sulit, karena kedua negara tengah berperang.

Baca Juga  DI BALIK REFORMASI 1998: Proses Menentukan Kualitas

Akibat serangan itu Amerika mengalami pukulan telak, 18 kapal perang tenggelam, empat diantaranya -battleship/ kapal perang besar, 2.403 prajurit gugur dan 1.143 orang terluka.

USS. Arizona (BB-39), salah satu battleship yang tenggelam, dibom tepat mengenai gudang amunisi. Arizona meledak dengan dahsyat dan terguling, mengubur hidup-hidup ratusan prajurit di dalam perutnya.

Ada upaya untuk mengelas perut kapal, untuk menolong yang masih hidup, tapi baja yg demikian tebal tidak mudah ditembus.

Keterangan foto tidak tersedia.
Seorang prajurit AL-AS tengah memberi hormat ke arah kapal Arizona yang terbaring

Hari Minggu

Serangan datang tepat di hari Minggu yang tenang dimana semua orang sedang libur dan tengah terlelap di dalam kabin.

Baca Juga  HaloPuan di Garut : Gerakan Makan Kelor untuk Lawan Stunting

Penentuan hari serbuan -harus hari Minggu- dirancang dengan detil oleh Isoroku Yamamoto, sang arsitek serangan.

Sebagai mahasiswa lulusan Harvard sekaligus pernah menjadi Atase AL Jepang di Washington, ia tahu benar kebiasaan orang Amerika yang banyak beristirahat di hari Minggu. Sebagian besar ke gereja, dan sebagian lagi asyik tidur!

Arizona tak tertolong, tubuhnya dibiarkan apa adanya dan kemudian dijadikan monumen sekaligus Taman Makam Pahlawan. *Gun

Keterangan foto tidak tersedia.
USS. Arizona, BB-39, battleship gagah saat masih bertugas

Share :

Baca Juga

Berita

Lewis Hamilton Diganjar Gelar ‘Sir’

Berita

Susi Pudjiastuti Sindir Puan Maharani, Politikus PDIP Meradang

Berita

Gal Gadot ‘Ambil Alih’ Peran Grace Kelly dalam Remake “To Catch A Thief”

Berita

Kasus Penipuan Calon PNS Belum Usai, Olivia, Putri Nia Daniaty, Ditunggu Perkara Lainnya

Berita

Benarkah Selegram Tisya Erni yang Ditangkap dalam Kasus Prostitusi Online?

Berita

Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edy Marsudi, Keluhkan Soal Sumur Resapan di DKI. Ia Menyindir, “Sering-Seringlah Turun ke Lapangan”. Siapa Yang Dimaksud?
puan maharani

Berita

Ziarah Sunyi Puan Maharani di Makam Sang Ayah di TMP Kalibata

Historia

TILL DEATH DO (NOT) PART US