Home / Berita

Jumat, 15 April 2022 - 21:03 WIB

PSHT akan Gelar Kejuaraan Silat Internasional

Defacto – Jajaran pengurus pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menemui Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di kediaman Ketua DPD RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2022). 

Pengurus PSHT melaporkan perkembangan kegiatan menyambut 1 Abad PSHT, 2 September 2022, di Madiun.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi Senator asal Lampung, Bustami Zainuddin, dan Sekjen DPD RI Rahman Hadi.

Dari PSHT, hadir Ketua Dewan PSHT Pusat Issoebijantoro, Ketua Umum R Moerdjoko HW, Ketua V Pusat Bagus Rizki Dinarwan, Sekretaris Umum Tono Suhartono, Bendahara Umum Sudirman, Sekretararis II Pusat R Arie M Adhiarta, Ketua LHA Pusat HM Rosadin, Wakil Ketua LHA Pusat Sukriyanto, Anggota LHA Pusat, Maryano dan Anggota LHA Pusat, M Ryan AJ.

Baca Juga  Varian Baru Covid-19 Merebak di Afrika, Ketua DPD RI Minta Segera Tutup Pintu untuk Negara Teridentifikasi

Ketua Umum PSHT R Moerdjoko HW mengatakan, rangkaian menyambut 1 Abad PSHT telah bergulir dengan berbagai macam kegiatan. 

Di bidang pembinaan organisasi, Moerdjoko menyebut akan diselenggarakan penilaian cabang terbaik. Di bidang kerohanian akan diselenggarakan sarasehan nasional PSHT. 

Berikutnya, Internasional PSHT Cup yang berisi silat tanding dan seni. Ada pula Festival Pencak Silat yang menjadi rangkaian kegiatan menyambut 1 abad PSHT.

“Sebanyak 28 cabang khusus kami di luar negeri yang siap mengikuti. Lalu di bidang kegiatan bakti masyarakat ada beberapa kegiatan seperti donor darah, khitan massal, bedah rumah dan sejumlah kegiatan lainnya,” tutur dia.

Baca Juga  Jaksa Agung Tuntut Hukuman Mati untuk Koruptor

Moerdjoko melanjutkan, rangkaian acara bakti masyarakat tersebut sudah dimulai sejak saat ini. Nantinya puncak acara dari rangkaian yang digelar PSHT adalah Kirab Budaya Nusantara.

“Puncaknya adalah Kirab Budaya Nusantara, di mana ada dua tim merah dan putih yang berangkat dari Aceh dan Papua. Mereka akan estafet melalui cabang yang kita tunjuk. Kita akan ambil segenggam tanah di wilayah mereka masing-masing dan sebotol air yang merupakan sejarah di daerah itu,” jelas dia.

Tanah dan air itu akan dibawa ke Madiun, Jawa Timur dan pada 2 September 2022, tepat pada saat upacara puncak peringatan 1 Abad PSHT, dan akan dimasukkan ke dalam Monumen 1 Abad PSHT. 

Baca Juga  Deal! Xavi Hernandez Resmi Tangani Barcelona.

LaNyalla berharap seluruh kegiatan PSHT berjalan baik. Dikatakannya, DPD RI sebagai wakil daerah memang memiliki tugas yang salah satunya adalah menjaga kebudayaan dan kearifan lokal. Dalam konteks tersebut, sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang telah ditetapkan oleh UNESCO, maka menurut LaNyalla wajib hukumnya DPD RI memberi dukungan penuh untuk kelestarian Pencak Silat.

“Silat ini adalah Warisan Budaya Tak Benda yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Tentu kami berkomitmen menjaga hal tersebut. 1 abad ini adalah bukan usia yang main-main dan merupakan momentum yang penting untuk diperingati,” ucap LaNyalla.(*/hw)

Share :

Baca Juga

Kapal

Berita

Kapal “Nabi Nuh” di Mejayan, Kabupaten Madiun
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama
Karikatur

Berita

Kekerasan Seksual
Marvel Studios

Berita

Scarlett Johansson akan Memproduksi “Proyek Rahasia” Marvel Studios

Berita

Perlu Ada Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru
Laksamana

Berita

Perang Dunia Maya: Cyber War

Berita

UNJ Kini Resmi Operasikan SangSang Univ Zone, Hasil Kerjasama dengan KT&G SangSang UI dan UNJ

Berita

Breaking News! 5 Orang Tewas dan 40 Cedera Saat Sebuah SUV Melaju Kecang Menabraki Orang Yang Sedang Pawai Natal di Wisconsin