Home / Sastra

Kamis, 25 November 2021 - 09:07 WIB

PERSAHABATAN dan OPTIMISME

Puisi

Puisi

HARRY TJAHJONO

PERSAHABATAN

Pada suatu waktu, suatu tempat, aku dan dia kembali berbincang tentang kadar kemanusiaan salah satu sahabat yang membuat persahabatan kami terancam.

“Lupakan saja karena kemanusiaannya tipis,” katanya untuk yang kesekian kali.

Aku tertawa dan menyanggah permenungan yang berangkat dari kekecewaannya.

Persahabatan memang tidak selalu saling mengiyakan.

Persahabatan hanya perjalanan menemukan persamaan dalam perbedaan. Karena siang bukan berarti lawannya malam. Baik bukan berarti musuhnya buruk. Mereka berpasangan,  menjadi sparing-partner dalam upaya menemukan kegembiraan.

Baca Juga  Wawancanda Wagiman Deep: ‚ÄúTukang Bakso Diculik Jin itu Karena Yutuber Suka Ngeprenk Pocong!"

Karenanya persahabatan tidak selalu menggembirakan. Ada saatnya kesedihan bisa ditanggung bersama. Ada kalanya kemarahan diselesaikan oleh waktu. Ada kalanya kesalah-pahaman mendewasakan emosi, juga kesabaran.

“Lupakan saja yang sudah terlanjur,” katanya untuk yang kesekian kali.

Ya. Aku setuju.

Terlanjur hanyalah masa lalu. Hidup ini masa depan.

OPTIMISME

Ketika abjad tak sekadar deretan huruf tapi menjelma kata, kalimat, puisi, cerita dan pemikiran. Ketika notasi tak sekadar deretan angka tapi menjelma melodi, lagu, tembang dan suara penghiburan. Ketika itulah daun yang jatuh tidak pernah percuma, angin yang lewat tidak berarti sia-sia, rumput yang terinjak selalu bisa tumbuh lagi, maka hidup menjadi layak dijalani dengan optimisme dan kegembiraan. Pun ketika daya hidup diguyahkan gelombang kegagalan, maka Wajah Ibu meneguhkan tekad untuk tidak menyerah.

Baca Juga  Empat Sutradara Wanita Teater Koma Pentas di Sanggar

MADIUN

Aku tak pernah bisa berpaling darimu

meski tak banyak lagi yang tersisa untukku

: warung kopi tikungan jalan stasiun Madiun

tempat separuh masa mudaku dulu

menguap bersama aroma secangkir kopi

Baca Juga  Himbauan Untuk Para Perusuh

yang memanjakan malam hingga dini hari

Aku tak pernah bisa melupakanmu

meski kesetiaanmu koyak direnggut waktu

: masa kanak yang tercecer di Jalan Bromo

cinta monyet yang berlarian di Gang Balong

mimpi yang meliar di kedai arak Nyah Celeng

dan kekasih-kekasih remajaku yang cengeng

Aku tak pernah bisa berhenti mencintaimu

kota kelahiran dan kampung halamanku

: album kenangan paling lengkap

rahasia nostaljik yang rindu terungkap

ruang di mana segala luka duka lara

telah menjelma bulan purnama

Jakarta.ht.2019

Share :

Baca Juga

Payudara

Sastra

PAYUDARA DEWI
WAJAH IBU

Sastra

PUISI-PUISI KATA IBU
Doa Koruptor

Sastra

DOA KORUPTOR
Tengkorak Kambing

Sastra

LOGIKA POLITISI
Puisi

Sastra

SUNGAI, JODOH dan IKAN CUPANG
Emilia

Sastra

EMILIA
Cerita Pendek

Sastra

CINTA, PERKAWINAN dan TOLSTOY
TEATER KOMA

Berita

Empat Sutradara Wanita Teater Koma Pentas di Sanggar