Home / Sastra

Jumat, 12 November 2021 - 11:06 WIB

PENGAKUAN KORUPTOR KEPADA ISTRINYA

Harry Tjahjono

Setelah mengorupsi berpuluh miliar rupiah uang negara

     Setelah menelan berpuluh miliar uang suap dan gratifikasi

     Setelah menilap berpuluh miliar rupiah uang komisi

     Seorang koruptor bersimpuh di kaki istrinya yang sedang terbakar emosi

     Dan sambil menangis mengaku  minta diampuni

     “Maafkan aku wahai istriku tercinta.  Seumur hidup hanya sekali itu saja aku melakukan kesalahan. Ampuni aku yang diam-diam kawin siri.”

Jakarta, 15 September 2017

MIMPI SEORANG KORUPTOR

Harry Tjahjono

     Pada suatu malam seorang koruptor bermimpi tersesat di sebuah lorong yang aneh dan bertemu malaikat atau yang menurutnya malaikat, sehingga tiba-tiba saja ia bertanya: “Apakah koruptor akan masuk neraka?”

Baca Juga  Susi Pudjiastuti Sindir Puan Maharani, Politikus PDIP Meradang

     Dan sebuah suara menjawabnya: “Tentu saja. Bahkan sudah disiapkan neraka paling jahanam untuk arwah-arwah seperti kamu.”

    Dengan gemetar ia bertanya lagi: “Apakah koruptor akan disiksa?”

     Jawaban itu kembali bersuara: “Tentu saja. Bahkan sudah disiapkan penyiksaan paling jahanam yang akan membuat arwah-arwah kalian memohon untuk mati berkali-kali.”

     Untunglah sebelum terkencing di celana ia terbangun dan mendapati dirinya menggigil ketakutan, nyalinya ciut, hati nuraninya membisikkan penyesalan, jiwanya menelan doa-doa pengampunan.

     Namun kurang dari empat menit kemudian syahwatnya memberi kekuatan yang membuatnya terbebas dari mimpi tersesat di lorong aneh.

Baca Juga  Pagaralam, Magnet Wisata Sumatera Selatan

     Maka dengan tegar ia bangkit dan berkata cuek: “Kenapa takut? Toh kata Fahri Hamzah KPK itu bukan malaikat.”

Jakarta, 15 September 2017

JIWA ANAK KORUPTOR

Harry Tjahjono

     Senja berangsur gelap. Anak seorang koruptor berdiri mengangkang di teras rumah yang menyerupai istana

    Kedua bola matanya bersinar bak lampu senter menyorot sekumpulan orang miskin yang mengerumuni pagar

     Dan berseru selantang toa:

     “Jangan salahkan bapakku kalau dia kaya raya. Pemerintahlah yang seharusnya mampu menjaga harta negara secara aman dan seksama. Para juragan mestinya tidak membujuknya menerima hadiah. Masyarakat hendaknya tidak menyelipkan uang suap untuk melicinkan urusannya. Jadi apa yang salah pada bapakku? Apakah hidup kaya raya itu haram? Jangan hanya karena kalian miskin maka kalian menganggap orang kaya berdosa!”

Baca Juga  Spur Pukul Vitesse 3 - 2 Jadi Debut Manis Antonio Conte

     Lalu dengan tegap ia berjalan nyamperin pagar

     Namun tatkala dagunya mendongak, engsel batok kepalanya terlepas

     Dan empat buah bateray tergelincir jatuh dari relung otaknya

     Langkahnya terhenti

     Kedua bola matanya padam

     Senja telah gelap

Jakarta, 15 September 2017

Share :

Baca Juga

Tengkorak Kambing

Sastra

LOGIKA POLITISI
Payudara

Sastra

PAYUDARA DEWI
Puisi

Sastra

PERSAHABATAN dan OPTIMISME
Puisi

Sastra

SUNGAI, JODOH dan IKAN CUPANG
Cerita Pendek

Sastra

CINTA, PERKAWINAN dan TOLSTOY
Emilia

Sastra

EMILIA
WAJAH IBU

Sastra

PUISI-PUISI KATA IBU
Doa Koruptor

Sastra

DOA KORUPTOR