Home / Berita / Wisata & Budaya

Minggu, 5 November 2023 - 17:26 WIB

Pameran Lukisan Presiden dan Wakil Presiden RI, sejak Bung Karno hingga Jokowi

Defacto – Jika ditanya kepada kalangan pemuda dan pelajar, tentang jumlah dan nama-nama Presiden Indonesia, pasti semua bisa menjawab dengan benar. Tetapi bila ditanya berapa jumlah Wakil Presiden RI yang pernah ada, dan siapa nama-nama mereka, dipastikan sebagian besar akan menggeleng. Kalau pun tahu, harus berpikir cukup lama untuk menjawabnya.

Entah mengapa Wakil Presiden seperti dianggap kurang penting peranannya dalam pemerintahan, sehingga orang cenderung melupakan nama dan mengabaikan peranannya. Padahal dalam suatu pemerintahan, Wakil Presiden juga memiliki fungsi yang sangat penting. Wakil Presiden akan mengambil alih tugas Presiden, bila sewaktu-waktu Presiden berhalangan.

Pengabaian terhadap peran Wakil Presiden bisa jadi datang dari pemerintah sendiri. Terutama kepada mantan wakil-wakil presiden. Pemerintah tidak berusaha untuk terus-menerus menjaga ingatan kolektif bangsa akan peran dan nama-nama Wakil Presiden yang pernah menjabat di Indonesia. Pengabaian itu misalnya, dengan tidak adanya potret mantan Wakil Presiden, bahkan juga Presiden yang pernah memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia, di gedung-gedung pemerintahan, di sekolah-sekolah, perkantoran atau tempat-tempat resmi lainnya. Yang ada hanya foto Presiden dan Wakil Presiden yang sedang menjabat.

Baca Juga  Melawan Stroke

Apakah penempatan potret mantan Presiden dan Wakil di tempat-tempat resmi, khususnya di gedung pemerintahan dianggap tidak penting? Memakan tempat dan membuang-buang biaya? Atau terkendala persoalan lain? Ini yang belum pernah dijelaskan alasannya.

“Jas Merah (Jangan sekali-sekali melupakan sejarah),” kata Bung Karno.

Wakil Presiden juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Tidak sedikit di antaranya yang ikut menentukan perjalanan sejarah bangsa. Wakil Presiden RI kedua, Sri Sultan Hamengkubowono IX misalnya. Sebagai Raja Yogyakarta, beliau ikut memberi sumbangan uang kepada pemerintahan Republik Indonesia untuk membiayai pemerintahan, setelah menyatakan Yogyakarta bergabung dengan Pemerintahan RI yang baru terbentuk.

Baca Juga  Candil Eks Seurieus Band, Rocker, Kopi dan Rocka Buga

Wakil-wakil Presiden yang lain juga memiliki peranan dan sumbangsih masing-masing dalam pemerintahan, sesuai dengan kapasitasnya. Jadi sangat patutlah jika peranan setiap Wakil Presiden dihargai oleh pemerintah maupun segenap rakyat Indonesia.

Berangkat dari pemikiran itulah, para perupa dari Sanggar Rumah Budaya HMA, perupa Surakarta dan Yogyakarta, membuat lukisan seluruh Presiden dan Wakil Presiden  yang pernah memimpin Republik Indonesia. Ada 7 Presiden dan 12 Wakil Presiden. Seluruh lukisan akan dipamerkan di Galery Triprasetya LPP (RRI Pusat) Jakarta, Jl. Merdeka Barat 4 – 5 Jakarta Pusat, pada tanggal 10 – 20 November 2023.

Pameran juga akan diramaikan dengan berbagai acara kesenian, kegiatan melukis oleh para pelukis yang datang Surakarta dan Yogyakarta, pembacaan puisi, dan pemberian lukisan untuk keluarga Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

“Ini adalah cara kami untuk mengingatkan kepada pemerintah dan masyarakat, agar jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Jas merah! Seperti ucapan Bung Karno,” kata penggagas pameran, Mohammad Rifai atau Boy Rifai dari Kampung Edukasi Watulumbung, Parangtritis, Yogyakarta.  

Baca Juga  Gibran Anak Ratu Petruk

Pembukaan berlangsung pukuk 17.00 WIB, dimulai dengan tabur bunga untuk para tokoh nangsa, doa bersama, lalu membuka selubung lukisan Sultan Agung.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan puisi  okeh Direktur LPP RRI, Sukardi Wahyudi, pembacaan puisi “Sepasang Rajawali” oleh Ibu Halimah Munawir di depan lukisan Dwi Tunggal  Soekarno – Hatta, pembacaan puisi oleh Erna Heny di depan lukisan Presiden Soeharto, berikutnya pembacaan puisi Adam Malik, Sudharmono dan seterusnya. 

“Setiap perupa mendampingi lukisannya dan sekaligus lelang lukisannya saat puisi dibacakan. Kami juga berterima kasih kepada Bupati Bantul dan Lurah Parangtritis atas apresiasinya terhadap beberapa lukisan yang telah dibuat,” tambah Boy Rifai. (hw)

Share :

Baca Juga

Berita

Breaking News! Video: Gunung Semeru Meletus
Menhub

Berita

Menhub Budi Karya Tinjau Pelabuhan Kaliadem di Masa Libur Tahun Baru

Berita

Tim TPF : Ada Indikasi Pemufakatan Jahat dan Kolusi dalam Penyaluran PEN-Subsektor Film

Berita

1 Desember 1953, Majalah Playboy Terbit. Marilyn Monroe Jadi Gadis Sampul, Sekaligus Berfoto Telanjang di Halaman Tengah

Berita

Mengawali Pola Hidup Hemat Air dari Rumah Ibadah

Berita

Pembangunan Labersa Kaldera Resort

Berita

Sidang Paripurna ke-7 DPD RI Sepakati 3 Pansus Langsung Bekerja
Gunung Dempo

Wisata & Budaya

Wisata Puncak Gunung Dempo, Oii Indahnya!