Home / Berita

Rabu, 3 November 2021 - 22:55 WIB

News of A Kidnapping, Mahakarya Gabriel Garcia Marquez Akan Difilmkan

DeFacto.id – Bagi penggemar sastra, nama Gabriel Garcia Marcia Marquez atau biasa dipanggil ‘Gabo’ pasti tak asing. Sastrawan asal Kolumbia itu selama hidupnya telah menulis novel dan buku non fiksi dahsyat, seperti One Hundred Years of Solitude, Memories of My Melancholy Whore, Love in the Time of Cholera hingga The General in His Labyrinth.

Saking hebatnya karya-karya Gabo, penulis berkewarganegaraan ganda Kolumbia dan Meksiko ini pernah dianugerahi Nobel di tahun 1982.

Beberapa karyanya juga telah diangkat ke layar lebar, yang paling terkenalLove in the Time of Cholerayang pernah difilmkan oleh sutradara Inggris Mike Newell di tahun 2007. Dibintangi Javier Bardem, Giovanna Mezzogiorno dan Benjamin Bratt, film tersebut dihajar kritik lantaran dianggap kurang bisa mengadaptasi keindahan novelnya ke layar lebar.

Beberapa judul buku lain juga pernah difilmkan macam In Evil Hour atau No One Writes to the Colonel yang dibintangi Salma Hayek sebelum ia popular di Hollywood. Namun tak ada satu pun adaptasi novelnya yang dianggap sukses oleh kritik maupun penonton. Meski begitu tentu saja, karya-karya Gabo tetap sangat mengandung ‘movie material’ lantaran bukan cuma tulisannya yang indah tapi tema yang diangkat juga sangat beragam dan unik.

Baca Juga  Gedung Damkar Jakarta Timur Berdiri di Atas Tanah Bermasalah, Ahli Waris Merasa Ditipu
Gabriel Garcia Marcia Marquez

Saat ini, salah satu karya non fiksinya yang terkenal: News of A Kidnapping sedang diproduksi sebagai sebuah miniseri yang rencananya akan ditayangkan di Amazon Prime.

Yang menarik, orang yang turut mengangkat buku ini ke layar kaca tak lain adalah anak Gabo sendiri: Rodrigo Garcia yang kebetulan seorang sineas. Garcia yang juga sering menulis sendiri naskah-naskah filmnya ini berkarir di Hollywood dan Amerika Latin. Ia juga pernah mendapat nominasi Emmy Awards.

Baca Juga  Top! Indonesia Beli Pesawat Angkut Hebat. Lebih Besar Dari Hercules C-130

Sesuai isi bukunya, miniseri yang  rencananya akan tayang awal  tahun depan ini mengisahkan penculikan, pemenjaraan, hingga pembebasan sejumlah tokoh media terkemuka di Kolombia pada awal 1990-an oleh kartel Medellín, sebuah kartel narkoba yang didirikan dan dioperasikan oleh Pablo Escobar.

Dalam bukunya, kisah penculikan diawali dengan diciduknya Maruja Pachón dan Beatriz Villamizar de Guerrero pada malam 7 November 1990.  Orang-orang menduga bahwa Maruja diculik karena saudara perempuannya adalah Gloria Pachón, janda jurnalis dan pendiri Liberalisme Baru Luis Carlos Galán. Beatriz adalah saudara ipar Maruja dan asisten pribadinya.

Selain, serangkaian penculikan terkait pun mulai diceritakan satu persatu.

Pada 30 Agustus 1990, Diana Turbay, direktur program berita TV Criptón dan majalah Hoy x Hoy, diculik bersama empat anggota tim jurnalisnya, termasuk editor Azucena Liévano, penulis Juan Vitta, dan operator kamera Richard Becerra dan Orlando Acevedo. Saat itu, wartawan Jerman Hero Buss sedang bersama mereka ketika mereka ditangkap.

Baca Juga  Jokowi, Palestina Selalu Menjadi Perhatian Penting Bagi Indonesia

Turbay adalah putri mantan presiden Kolombia dan pemimpin Partai Liberal ,Julio César Turbay. Turbay sendiri sayangnya lantas meninggal pada 25 Januari 1991 dalam serangan penyelamatan polisi di kompleks tempat ia disekap.

Selain itu, penculikan pada tanggal 18 September 1990 terhadap Marina Montoya dan Francisco Santos Calderon, pemimpin redaksi surat kabar El Tiempo, juga ditampilkan dalam bukunya.

Belum ada detail lengkap mengenai siapa saja yang menyutradarai dan memerankan tokoh-tokoh dalam miniseri yang diproduksi Amazon Studio, salah satu lini bisnis milik Jeff Bezos tersebut. Tapi dengan konten yang sangat menarik dan historik, News of A Kidnapping ini sudah pasti sangat layak dinanti.

 Ayu Gendis

Share :

Baca Juga

deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama
LBP

Berita

Perseteruan Luhut Binsar Pandjaitan dengan Haris Azhar dan Fatia Lanjut di Pengadilan
Power Ranger

Berita

Film dan Serial Power Rangers Terbaru akan Tayang di Netflix

Berita

Pagaralam, Magnet Wisata Sumatera Selatan

Berita

True History of The Kelly Gang: Penjahat – Pahlawan – Legenda Australia

Berita

Rifky Balweel Punya Jimat Ampuh, Doa Ibunda Tercinta
ANDIKA

Berita

BREAKING NEWS: Jenderal TNI Andika Perkasa Ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI

Berita

HaloPuan Sosialisasikan Manfaat Kelor untuk Lawan Stunting di Bogor