Home / Berita

Senin, 14 Februari 2022 - 13:14 WIB

Mengenang Saat di ‘’Kawah Candradimuka’’ Dodik Secata Magetan

Reuni Akbar angkatan 77 Dodik Secata Magetan

Reuni Akbar angkatan 77 Dodik Secata Magetan

DeFACTO.id – Reuni  itu bukan sekadar pertemuan atau hanya sekadar kangen-kangenan. Namun lebih jauh dari itu. Reuni juga sebagai ajang untuk mengenang kembali pengalaman masa lampau yang tak terlupakan.  Karena itulah Reuni Akbar angkatan 77 Dodik Secata Magetan yang akan digelar setelah Idul Fitri mendatang mengambil lokasi di Dodik Secata Magetan

Hari Sabtu (17/02) suasana Joglo Palereman Kelun, Kota Madiun tampak berbeda. Hari itu ada acara reuni angkatan 1977 Dodik Secata Rindam V/Brawijaya Magetan.

‘’Ini reuni tiga bulanan,’’ ungkap Pak Jumain, bendahara wilayah barat alumni Dodik Secata.

Angkatan 77 ini berjumlah 510 mereka dulunya prajurit TNI AD yang bertugas di Batalion 501 Bajra Yudha.  Setelah purna tugas, kembali ke daerah asalnya. Di  wilayah barat, meliputi Kota/Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi bahkan termasuk Pacitan.

Baca Juga  Wonder Woman di Kota Madiun Masa Pandemi
Pak Rohani (Ketua) dan Pak Jumain (Bendahara) angkatan 1977 Dodik Secata wilayah barat

Dalam kesempatan itu pula telah direncanakan reuni akbar secara menyeluruh. Tempatnya direncanakan sengaja di Dodik Secata Magetan. Maksudnya, sekalian mengenang suka duka sewaktu menjalani pendidikan di ‘’kawah Candradimuka’’ untuk menjadi prajurit yang disiplin, trengginas, tangguh dan tanggon.

‘’Jadi kalau kita bereuni di Dodik Secata, juga untuk mengenang kembali bagaimana kita saat itu,’’kata Pak Rohani, ketua alumni sektor barat.

Maklum, sejak selesai menjalani pendidikan, mereka jarang bertemu. Sebab mereka menjalani  tugas di masing-masing kesatuan. Di antaranya, ada yang ditempatkan di Kostrad, brigif 18 Malang, 501, 502 dan sebagainya.

‘’Dan sejak kesibukan tugas masing kita  jadi jarang bertemu,’’ kata Pak Rohani..

Memang kenangan lama selama di kawah Candradimuka tak akan pernah hilang dari ingatan. Beratnya pendidikan menjadi calon prajurit, menjadi kenangan manis pada saat sudah purna tugas. ‘’Itulah yang ingin kita kenang dalam reuni akbar nanti, mengapa kita mengambil  lokasi di situ’’ katanya.

Baca Juga  Puting Beliung Melanda Kabupaten Madiun, Ratusan Rumah Warga Ambyar

Memang banyak tempat untuk pertemuan semacam itu. Bahkan mungkinjuga  bisa menekan anggaran. Namun kalau kemudian disepakati di base camp saat pendidikan, juga untuk mengenang suka duka selama di kawah Candradimuka.

Karena selama menjalani pendidikan banyak suka duka yang dialami. Seperti saat Pak Rohani  keluar asrama untuk membeli singkong tanpa ijin. Ia kepergok  pelatih lalu dihukum harus menghabiskan singkong yang dibelinya itu sampai habis.

Selain itu juga untuk mengenang kembali. Dimana setiap hari lari-lari  dan sering makan kangkung bersama. Ini jelas kenangan indah yang tak akan terkikis oleh waktu.

Baca Juga  Saksi Akui Sistem di Kemenkumham Sempat Menolak Pendaftaran PARFI

Namun diakui bahwa masa pendadaran yang cukup berat dirasakan itu, justru mampu membentuk jiwa patriotik. Selwebihnya mampu menjalankan tugas negara yang cukup berat. Misalnya tahun  1978 diterjunkan di Timor Timur. Harus bisa survival di hutan maupun gunung dengan jurang yang terjal sekali pun. Semua itu menjadi kenangan yang membanggakan.

Begitu purna, anggota TNI AD ini kembali ke masyarakat. Berbagai  profesi baru mereka  jalani. Termasuk juga ada yang jadi kepala desa.

Persaudaraan yang sudah terjalin puluhan tahun diharapkan  terus terjaga dan turunkan ke anak cucu. ‘’Jangan sampai hilang,’’begitu  harapnya.

Sementara itu, Pak Jumain yang ketempatan sebagai tuan rumah pertemuan rutin tiga bulanan mengatakan, sengaja acara diadakan di Joglo Palereman Kelun. Selain untuk memromosikan joglo itu, juga tidak bikin ribet. ‘’Di sini  gak perlu masak. Karena sudah tersedia berbagai macam menu, yang bisa diambil sesuai selera,’’ katanya.* Yuliana.

Share :

Baca Juga

Berita

Patah Hati Dari Diane Lane, Jon Bon Jovi Ciptakan “You Give Love a Bad Name”

Berita

Tersangka Notaris Ina Rosaina Ditangkap Polisi, Terlibat Mafia Tanah Artis Nirina Zubir
Luhut B Pandjaitan

Berita

Bukan Pada Haris Ashar, Luhut B Pandjaitan Sering Tanya: Berapa Nilai Matematikamu?

Berita

Ahli: Pelimpahan IUP oleh Mardani Maming Tidak Langgar UU Minerba
Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Menapak Perjuangan Intelektual
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama
AIRLANGGA HARTARTO

Berita

Airlangga Hartarto Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Karalloe

Berita

Breaking News! Video: Gunung Semeru Meletus