Home / Berita

Sabtu, 6 November 2021 - 00:18 WIB

LaNyalla : Pikiran dan Gagasan Bung Karno Tetap Abadi

deFACTO – Di Museum Agung Pancasila tersimpan pikiran dan gagasan Bung Karno yang tak pernah mati, meskipun Bung Karno telah wafat.

Bung Karno dan para pendiri bangsa yang lain tidak pernah punya pikiran negara ini menjadi negara kapitalis liberal.

“Sayangnya, Indonesia hari ini telah menjadi negara kapitalis liberal. Terutama sejak Amandemen 4 tahap Undang-Undang Dasar 1945 di tahun 1999 hingga 2002 yang lalu. Faktanya ada segelintir orang yang menguasai lebih dari separo kekayaan di negeri ini,” kata Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti saat mengunjungi Museum Agung Pancasila di Jalan Pegangsaan Timur, Renon, Denpasar, Bali, Jumat (5/11/2021).

Baca Juga  Sartono Anwar, "Profesor" Galak yang Membawa PSIS Semarang Juara Perserikatan

Menurut LaNyalla,  sistem Ekonomi Pancasila yang menjadikan Koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional telah ditinggalkan, berganti menjadi ekonomi pasar, yang menyerahkan beberapa cabang-cabang industri yang penting bagi hajat hidup orang banyak kepada mekanisme pasar dan swasta bahkan asing.

Baca Juga  Sangihe Harus Diperlakukan Sama dengan Maratua dan Sambit

Itulah sebabnya, tambah LaNyalla, mengapa ia berkeliling dan menyampaikan pentingnya anak bangsa menyadari bahwa nilai-nilai kebangsaan hari ini telah tergerus dan semakin jauh dari cita-cita para pendiri bangsa.

“Karena itu DPD RI memandang rencana Amandemen Konstitusi perubahan ke-5 harus menjadi momentum untuk melakukan koreksi atas wajah dan arah perjalanan bangsa ini,” tegas LaNyalla.

Tentu energi tersebut akan semakin
membesar, apabila pandangan DPD RI tersebut mendapat dukungan dari banyak lapisan masyarakat. Khususnya entitas-entitas civil society.

Baca Juga  Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti Ingin Jadi Presiden

Pada kesempatan itu, LaNyalla juga menandatangani Prasasti Museum Agung Pancasila.

LaNyalla juga memuji pendiri dan pengelola Museum Agung Pancasila, Gus Marhaen, yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran dan biaya untuk keberadaan dan eksistensi museum tersebut.
Menurutnya, museum merupakan cermin dan jati diri sebuah bangsa. Untuk itu, LaNyalla mendorong pemerintah untuk terus membudayakan mengunjungi museum dan perpustakaan. (*)

Share :

Baca Juga

Batik

Berita

Pariwangi, Batik Unggulan Desa Ngampel Mejayan Kabupaten Madiun

Berita

Kiat Ikut Pelatihan Kerja di Jerman, Bisa Bayar Pakai Kelapa
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama
madonna

Berita

Madonna Gusar Menggugat Puting!

Berita

Saya dan Anas Urbaningrum

Berita

AL. Amerika Pecat Kapten Kasel Yang Menabrak Gunung Bawah Laut

Berita

Pindad Perkenalkan Maung, Kendaraan Offroad untuk Pertempuran Jarak Dekat
Jalan lintas

Berita

Pembangunan Rel KA Layang Terpanjang Atasi Kemacetan di Simpang Joglo Solo