Home / Berita / Olahraga & Hiburan

Rabu, 24 November 2021 - 09:28 WIB

Lagu Terbaru Taylor Swift “All Too Well” Versi Panjang Berada di Peringkat 1 Billboard Hot 100

Taylor Swift

Taylor Swift

DeFACTO.id – Senin lalu (22/11/2021), Taylor Swift berhasil mencatat sejarah Billboard dengan lagu “All Too Well” miliknya, yang berdurasi 10 menit, 13 detik, dalam album Red (versi taylor). Lagu yang dirilis pada beberapa pekan lalu tersebut (12/11/2021), merupakan versi panjang dari lagu orisinalnya (2012).

Menurut Billboard, “All Too Well” (versi Taylor) dapat dikatakan sebagai lagu dengan durasi terpanjang yang menyentuh peringkat 1 dalam sejarah tangga musik, bagan Hot 100.

Billboard mengkombinasi statistik lagu “All Too Well” versi orisinal (2012) dan versi panjangnya (versi taylor). Dari perolehan data tersebut ditemui, bahwa penggemar lebih menyukai versi panjang lagu “All Too Well”.

Baca Juga  Top! Indonesia Beli Pesawat Angkut Hebat. Lebih Besar Dari Hercules C-130
Taylor Swift

Taylor Swift berterimakasih kepada para  penggemarnya, atas pencapaian yang diperolehnya. “Saya sangat bangga dengan lagu ini dan segala kenangan yang kumiliki bersama kalian semua. Kalian sungguh memilih lagu ini dan kini telah berada di tahap ini?! Saya begitu terharu. Sebuah lagu berdurasi 10 menit sedang berada di puncak tangga musik bagan Hot 100,” tulis Swift menggunakan akun Twitternya.

Baca Juga  Clinton dan Kennedy

Sejak awal perilisannya, lagu “All Too Well” versi orisinal (2012) sudah sangat menarik minat penggemar Swift. Dan menurut para fans, lagu tersebut merupakan salah satu lagu terbaik Swift. 

Sebelumnya, pada tahun 2012 lalu, lagu “All Too Well” memang direncanakan rilis dengan durasi 10 menit. Namun karena beberapa alasan, durasi lagu tersebut terpaksa dipotong— “All Too Well versi orisinal (2012). Pada saat itu, Swift pernah mengatakan akan segera merilis versi panjang lagu tersebut, namun ternyata penggemar harus menunggu selama 9 tahun lamanya.

Baca Juga  EMILIA

Walau demikian, kini Swift mampu membuktikan kepada para penggemarnya, bahwa penantian mereka tidaklah sia-sia. Ditambah dengan pencapaian besar (rekor Bilboard) yang baru saja diperoleh Swift dengan lagu versi terbarunya tersebut. 

Selain itu, Swift merupakan artis pertama yang berhasil menduduki peringkat pertama tangga musik Bilboard 200 dan Bilboard Hot 100 secara serentak, yakni untuk yang ketiga kalinya.* Icad N.G.

Share :

Baca Juga

Olahraga & Hiburan

Mrs. America, Pertarungan Sengit Perempuan Modern Vs Konservatif Amerika

Berita

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan Sudah Sampai Lampung
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama

Berita

Sangihe Harus Diperlakukan Sama dengan Maratua dan Sambit

Olahraga & Hiburan

Spur Pukul Vitesse 3 – 2 Jadi Debut Manis Antonio Conte

Berita

Max Sopacua Pejuang KLB Partai Demokrat Telah Tiada

Berita

HaloPuan Sosialisasikan Manfaat Kelor untuk Lawan Stunting di Bogor
Kapolri

Berita

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Wujudkan Mimpi Atlet Teuku Tegar Lewat Video Call