Home / Berita / Esai

Senin, 2 Oktober 2023 - 15:15 WIB

Kampanye Stroke

KAMPANYE. Apakah setelah kena serangan stroke boleh kampanye? Mestinya boleh, walaupun mungkin tidak lazim. Tapi, bagaimanapun, saya perlu berkampanye. Pertama, kampanye Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI, 2024, untuk memenuhi janji saya pada Mas Ganjar, Mas Liek dan Sam Anto Baret. Kedua, kampanye tentang waspada stroke, seperti saya janjikan pada Prof. Teguh.

Stroke, menurut tiga dokter saraf yang saya tanyain, tidak melulu karena tensi tinggi. Kolesterol, diabetes dan asam urat merupakan tiga hal yang bisa menyebabkan penyumbatan darah pada otak. Kita-kira begitu jawaban sederhana yang bisa saya tangkap. Saya sendiri stroke bukan semata akibat tensi tinggi, karena waktu serangan tensi saya 150/100. Bukan tensi yang bagus, tapi seandainya kolesterol dan asam urat saya normal, saya tentu masih bisa mengelak dari stroke.

Baca Juga  Saksi Akui Sistem di Kemenkumham Sempat Menolak Pendaftaran PARFI

Itu sekadar gambaran awam saya. Mungkin ada gunanya agar kawan-kawan yang punya diabetes, kolesterol tinggi dan asam urat, bisa mewaspadai stroke. Menjaga ketat makanan dan berolah raga sekadar jalan kaki minimal 30 menit sehari, misalnya. Gorengan, santan dan ikan asin sebaiknya dihindari. Bagi yang asam urat, lebih baik tidak mengonsumsi dulu sayuran hijau. Semangat, spirit untuk sehat, adalah kuncinya.

Baca Juga  Alarm Stroke

Tadi pagi, pukul 04.00 WIB, saya berangkat ke rumah Pak Haji Wiwin di Cimacan, Cianjur. Saya ke situ atas rekomendasi ponakan yang tinggal di Amerika Serikat, bahkan dibooking-kan. Pukul 06.15 sampai, pukul 07.00 mulai diterapi Pak Haji. Badan enteng. Kaki mulai bisa “mengunci” lutut. Besok pagi, saya akan terapi ozon dan fisioterapi.

Baca Juga  Festival Monyet Lopburi Kembali Digelar, Ribuan Turis Mengunjungi Thailand

Saya ceritakan hal itu untuk menunjukkan bahwa semangat, spirit saya untuk sembuh, bisa mengalahkan rasa malas. Dan saya selalu ingat kata Nietzche, “Apa yang tidak membuatku mati akan menjadikan aku lebih kuat!”

Tapi lebih menarik lagi kata Pak Haji Wiwin, “Merokok tidak apa-apa. Saya dari SD merokok. Rokok itu obat.”

Waainiii…**

Harry Tjahjono
2/9/2023

Share :

Baca Juga

Berita

Pengamat Nilai KPK Giring Opini dalam Kasus Mardani H. Maming

Berita

Sistem Bikameral Gagal Karena DPD Tak Setara dengan DPR
KEMEN PUPR

Berita

Menteri PUPR Basuki Tandatangani 7 Prasasti Infrastruktur di Sulawesi Selatan

Berita

Ketua IPW Sudah Siap Jika Ditangkap Dirkrimsus Polda Sulsel

Berita

Indonesia Berada di Ranking 102 Indeks Persepsi korupsi

Berita

Ajang Pencarian Bakat, “Generasi Anak Band”
Wayang kulit

Berita

Siswa SMP 2 Kabupaten Madiun Nyungging Wayang Kardus dengan Tatah Paku

Berita

Patah Hati Dari Diane Lane, Jon Bon Jovi Ciptakan “You Give Love a Bad Name”