Home / Esai / Olahraga & Hiburan / Tokoh

Sabtu, 20 November 2021 - 11:27 WIB

INSTAGRACE: Keseharian Cinta Bambang Trihatmojo dan Mayangsari

Bambang Trihatmojo dan Mayangsari . Foto-foto dari Instagram @mayangsari_offial

Bambang Trihatmojo dan Mayangsari . Foto-foto dari Instagram @mayangsari_offial

Menyimak Instagram adalah membaca pernyataan tentang berkah.  Dengan sudut pandang begitu maka Instagrace menemukan hal-hal yang membahagiakan, yang penuh berkah dan karenanya menginspirasi.

Dari foto-foto yang dipetik dari Instagram @mayangsari_offial ini, misalnya, tergambar betapa banyak rintangan yang sudah dilampaui dan dikalahkan oleh pasangan Bambang Trihatmojo dan Mayangsari. Mereka berpacaran sejak 1997, kemudian menikah tahun 2000. Sebuah percintaan yang terhalang pelbagai rintangan tapi berujung kebahagiaan. Kisah cinta yang mengingatkan kita pada kearifan Buya Hamka.

“Cinta tak tertangkap oleh mata tapi diserap oleh pikiran.” WILLIAM SHAKESPEARE

“Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri,” kata Buya Hamka.

Baca Juga  Ketua Parfi Jabar Sempat ke Bareskrim Polri Pertanyakan Nasibnya di Parfi

Beda usia Bambang Tri dengan Mayangsari cukup jauh, 17 tahun. Bambang Tri lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 23 Juli 1953. Mayangsari lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 23 Agustus 1971. Selain beda usia, hal yang sering digunjingkan media adalah ihwal harta.

“Cinta tak perah menuntut. Cinta selalu memberi.” MAHATMA GANDHI

Tapi benarkah harta menjadi satu-satunya hal yang paling utama untuk membangun kebahagiaan? Bagi sebagian orang mungkin memang paling utama. Tapi tentu tidak semua orang sepakat demikian.  Sebagai misal, ketika Yoko Ono digunjing media sebagai perempuan materialistis, John Lennon menegaskan, “Aku tidak terlalu peduli pada uang. Uang tidak dapat kupakai untuk membeli cinta,” katanya.

Baca Juga  DI BALIK REFORMASI 1998: Proses Menentukan Kualitas

“Cinta sejati tak selalu berjalan mulus,” kata William Shakespeare.

Dramawan penyair itu benar adanya. Perjalanan cinta Bambang Tri dan Mayangsari memang tidak selalu mulus. Justru penuh rintangan, sarat halangan. Tapi mereka berdua bisa menjalaninya, melewati dan mengalahkan segala yang menghalang.

“Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpinya.” ELEANOR ROOSEVELT

Waktu membuktikan, pasangan Bambang Tri-Mayangsari sampai hari ini masih tetap menunjukkan keseharian cinta mereka. Keseharian cinta yang bersahaja. Keseharian yang melukiskan pernyataan sederhana bahwa, “Cinta itu seperti angin. Kau tak dapat melihatnya, tapi kau dapat merasakannya,” kata Nicholas Sparks.

Hingga pada 30 Maret 2006, pasangan Bambang Tri dan Mayangsari dikaruniai putri semata wayang, Khirani Siti Hartina Trihatmojo. Buah cinta yang melengkapi kebahagiaan mereka. Kini Khirani sudah tumbuh remaja, 15 tahun. Gadis belia itu akan menjadi putri satu-satunya pasangan Bambang Tri dan Mayangsari yang kini berusia 50 tahun. Sedangkan di usia 68 tahun, Bambang Tri juga tak lagi tampak muda.

Baca Juga  Sandera Gibran

Tapi, di instagramnya Mayangsari pernah menulis tentang Bambang Tri, suaminya,” Salam jumat barokah. Berumur, sudah tua, sudah sepuh?? Lah ya emang… Tetap aja kusayang #gantengpermanen,” tulis Mayangsari.

“Cintai hidup yang Anda jalani. Jalani hidup yang Anda cintai.” BOB MARLEY

Menyimak Instagrace pasangan Bambang Tri-Mayangsari, adalah menemukan serangkaian berkah yang menginspirasi. Bahwa,  “Cinta bukan hanya sekadar saling memandang satu sama lain. Tapi juga sama-sama melihat ke satu arah yang sama,” kata Antoine de Saint-Exupéry.

Demikianlah cinta dan kebahagiaan layak diperjuangkan.* Ron Randualas

Share :

Baca Juga

Olahraga & Hiburan

Ini Alasan Tim 5 akan Gelar Kongres dan Minta Gusti Randa Cs Keluar dari Kantor PARFI di Kuningan

Olahraga & Hiburan

Soultan Saladin Siap Hadapi Gusti Randa Cs di Polisi Maupun Pengadilan

Esai

Food Estate, Makan Siang Gratis dan Alih Fungsi Lahan
Laksamana Sukardi

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Mei 1998 Game Over (VI)
Karikatur

Esai

Menjawab Pertanyaan dengan Pertanyaan

Esai

Buah Simalakama untuk Santriwati Korban Rudakpaksa Pimpinan Ponpes di Bandung
Laksamana

Berita

DI BALIK REFORMASI 1998: Proses Menentukan Kualitas
Candil

Berita

Candil Eks Seurieus Band, Rocker, Kopi dan Rocka Buga