Home / Berita / Wisata & Budaya

Minggu, 21 November 2021 - 20:49 WIB

Galeri Nasional Skotlandia Selamatkan Lukisan Langka Abad 18, Bergambar Wanita Kulit Hitam

Lukisan David Allen yang langka subyeknya wanita kulit hitam

Lukisan David Allen yang langka subyeknya wanita kulit hitam

DeFACTO.id – Galeri Nasional Skotlandia berhasil menyelamatkan sebuah lukisan langka yang dibuat sekitar pada pertengahan tahun 1780-an hingga awal 1790-an, Kamis lalu (18/11/21),.

Edinburgh Milkmaid with Butter Churn, karya David Allan, dianggap sebagai salah satu lukisan pertama di Skotlandia yang menggunakan orang berkulit hitam sebagai subjeknya.

Sejak pertengahan tahun 1780-an, Allan yang merupakan pelukis asal Skotlandia ini mulai melukis keseharian orang-orang di Kota Edinburgh. Subjek lukisannya, antara lain tentara, tukang batu bara, istri ikan, kuli kursi sedan, petugas pemadam kebakaran, dan petugas penjaga kota.

Baca Juga  Himbauan Untuk Para Perusuh
Galeri Nasional Skotlandia

Karya-karyanya dikenal sebagai ‘Karakter Edinburgh’ Allan. Akan tetapi, lukisan Edinburgh Milkmaid with Butter Churn sendiri cukup berbeda dengan karya Allan dengan tema Edinburgh tersebut. Edinburgh Milkmaid cenderung lebih fokus kepada seorang subjek saja, yakni seorang wanita berkulit hitam.

Baca Juga  H. Usmar Ismail Bapak yang Selalu Punya Waktu untuk Keluarga

Pihak Galeri Nasional Skotlandia mengatakan, bahwa sangat sedikit informasi mengenai lukisan yang dibuat dengan cat air ini. Namun pihak museum mengatakan akan terus mencari informasi mengenai lukisan bergambar seorang wanita berkulit hitam ini.

“Lukisan ini merupakan sebuah karya yang menakjubkan dan spesial. Kami percaya, bahwa karya ini dapat dinikmati oleh banyak kalangan, dan kami berharap agar mendapat informasi lebih banyak mengenai lukisan ini, khususnya tentang kisah wanita tersebut,” kata Christopher Baker, Direktur Seni Eropa dan Skotlandia di Galeri Nasional Skotlandia.

Baca Juga  Ahmad Nurcholish : Tidak Ada Larangan Menikah Beda Agama!

Selain itu, pihak museum mengatakan akan memamerkan lukisan Edinburgh Milkmaid with Butter Churn, setelah melewati beberapa tahap restorasi.* Icad N.G.

Share :

Baca Juga

wagiman deep

Berita

Wawancanda Wagiman Deep: Survei Capres yang Membagongkan

Berita

DPD RI Punya Legitimasi Kuat untuk Ajukan Capres

Berita

Kasus Penipuan Calon PNS Belum Usai, Olivia, Putri Nia Daniaty, Ditunggu Perkara Lainnya
Mafia tanah

Berita

Uang dan Sertifikat Ibunda Nirina Zubir di Gunung Putri dan Bogor Juga Digasak Mafia Tanah!
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama

Berita

Siap-siap, Hoverbike Sebentar Lagi Meluncur

Berita

Deklarasi Relawan Sandi di Cimahi
Basuki Hadimuljono

Berita

Menteri PUPPR Basuki Siapkan Bali untuk Konservasi Mangrove KTT G-20