Home / Berita

Kamis, 27 Januari 2022 - 14:06 WIB

Departemen Sosial Lockdown 5 Hari

DeFacto.id – Sebuah Nota Dinas beredar di kalangan internal yang isinya memberitahukan bahwa Departemen Sosial menyatakan diri dalam kondisi lockdown.

Nota bernomor 616/1/KP.08.01/1/2022 yang ditandatangani oleh Harry Hikmat,  Sekjen Kemensos, menulis “sehubungan dengan meningkatnya jumlah pegawai yang positif Covid-19, maka dengan ini kami sampaikan Kantor Kementrian Sosial dilockdown dari hari Kamis, 27 Januari s/d hari Senin 31 Januari 2022”

Baca Juga  Jokowi Isyaratkan Kepala Otorita IKN dari Non-Partai

Namun, untuk tugas mendesak, pelayanan tetap dilakukan utamanya oleh mereka yang telah di tes negatif berdasarkan penugasan oleh pimpinan Satuan Kerja.

Baca Juga  Sekutu Presiden Duterte, Pastor Quiboloy Tersangka Perdagangan Seks Perempuan di Bawah Umur!

Demikian edaran yang diterima oleh redaksi DeFacto.id *gun

Share :

Baca Juga

Lomba mewarnai

Berita

Kaum Ibu-Ibu Bersaing Lomba Mewarnai di Kabupaten Madiun
Parag Agrawal

Berita

Sepuluh Hari Menjabat, CEO Baru Twitter Lakukan Langkah Perubahan

Berita

Ken Setiawan: MUI Dibiayai Pemerintah tapi Jadi Sarang Oposisi
Basuki Hadimuljono

Berita

Menteri PUPPR Basuki Siapkan Bali untuk Konservasi Mangrove KTT G-20

Berita

Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo Meluas

Berita

KPK Makin Fokus Dalami Formula E, yang Memperkaya Diri Bakal Jantungan
deFACTO.id -- dalam rentang waktu lima tahun belakangan ini Kota Pagaralam mulai dikenal dunia sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik. Padahal, kopi - atau kawe - masyarakat setempat menyebutnya - sudah ditanam sekurangnya sejak tahun 1918. Hal itu dimungkinkan karena terbukanya arus informasi berbasis IT serta mulai tergeraknya hati generasi muda petani kopi Pagaralam untuk memproses dan membranding hasil kopi mereka - dari sebelumnya yang hanya menjual mentahan. Berpuluh-puluh tahun lamanya kopi robusta dari Pagaralam dijual mentahan, diangkut dengan truk, dijual ke luar - dan dikapalkan pelalui pelabuhan Panjang (Lampung). Itulah barangkali sebabnya mengapa kopi Pagaralam (plus Lahat, Empatlawang dan sekitar gugusan Bukit Barisan) selama ini dikenal dengan julukan Kopi Lampung. Tak puas dengan stigma ini, anak-anak muda Pagaralam tergerak melakukan banyak terobosan, mulai dari memperbaiki sistem penanaman, panen, pascapanen, hingga branding. Tak puas dengan itu, mereka pun melengkapi "perjuangan" mereka dengan membuka kedai-kedai kopi, dilengkapi dengan peralatan semicanggih, - meski secara ekonomis usaha mereka belum menguntungkan. Di antara para "pejuang kopi" Itu bisa disebut misalnya Miladi Susanto (brand Kawah Dempo), Frans Wicaksono (Absolut Coffee), Sasi Radial (Jagad Besemah), Azhari (Sipahitlidah Coffee), Dian Ardiansyah (DNA Coffee), Wenny Bastian (Putra Abadi), Efriansyah (Rempasai Coffee), Dendy Dendek (Kopi Baghi), Hamsyah Tsakti (Kopi Kuali), Iwan Riduan (Waroeng Peko) dan banyak lagi. Dalam banyak lomba dan festival, lingkup nasional maupun internasional, kopi Pagaralam banyak dipuji dan diunggulkan - baik secara kualitas maupun orang-orang (petani & barista) yang ada di belakangnya* HSZ

Berita

Pagaralam Punya Kopi, Lampung Punya Nama

Berita

Perserang FC Laporkan Pengaturan Skor