Home / Berita / Bisnis & Kuliner

Jumat, 26 November 2021 - 08:09 WIB

Batik Kenongorejo, Hidup Enggan Mati Tak Mau

Batik Kenongo di Toko Barokah

Batik Kenongo di Toko Barokah

DeFACTO.id – Kondisi perbatikan di Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun,  saat ini sangat memrihatinkan. Bisa dibilang hidup enggan matipun tak mau. Padahal di era tahun 60-an Desa  Kenongorejo sempat moncer di bidang perbatikan.

Saat itu, produksi batik di desa ini bisa mencapai 10.000 lembar setiap bulannya. Dan rata-rata penduduk setempat berusaha di bidang kerajinan batik ini. Hingga dikenal sebagai batik Kenongo.

Saat ini, yang masih nguri-uri BatIk Handycraft Kenongo tinggal seorang. Yakni Sugino. Namun kondisinya pun cukup memrihatinkan. Bahkan sejak beberapa bulan terakhir, khususnya saat pandemi, usaha batik ini pun tidak berkegiatan lagi. Sekarang hanya tersisa sebuah showroom kecil dengan sedikit stok batik sisa produksi lalu.

Sugiono memulai usaha batik sejak tahun 1991. Ia  meneruskan usaha dari ibunya, Sudarmi, yang  sudah ada sejak tahun 1950 an.

Menurut Sugiono, pada masa itu dalam sebulan  pembuatan batik tulis bisa mencapai 7000 hingga 10.000 lembar kain setengah jadi. Batik setengah jadi itu dikirim ke Ponorogo dan  Tulungagung untuk diproses lebih lanjut.

Baca Juga  ‘’Ruh’’ Sadar Wisata Pasar Pundensari Kabupaten Madiun

‘’Dulu meskipun penduduk Desa Kenongorejo tidak sebanyak sekarang, tapi mereka bisa mbatik dan memahami filosofi batik,’’ katanya.

Baru tahun 1991, usaha batik milik Bu Sudarmi diteruskan oleh Sugiono. Namun usaha Sugiono itu tidak berlangsung mulus. Melalui proses yang panjang dan jatuh bangun. ‘Apalagi persaingan pasar semakin ketat.

Di Kabupaten Madiun saja ada beberapa usaha batik. Di Mejayan, Kebonsari dan Sendangrejo. Sepertinya Batik Sendangrejo yang dimiliki Bu Rini, guru SD di desa itulah yang masih cukup eksis. Apalagi kini Bu Rini telah mengembangkan batik ecoprint yang ramah lingkungan, hingga disukai buyer di luar negeri. Bahan pewarna pun didapat dari alam.

Karya Adiluhung

Baca Juga  Pesan Adab dan Budaya Pameran Lukisan BRART2021 di Madiun

Batik adalah karya seni yang adiluhung dan mahal, Mahal bukan dalam artian harga saja. Tapi nilai-nilai dalam setiap corak batik itu memiliki filosofi tersendiri. Jadi tidak boleh asal sembarangan membatik. Butuh ketelatenan keluwesan, kesabaran dan kejelian tingkat tinggi.

Satu  orang hanya mampu membuat 1 batik tulis dalam beberapa hari. meski pun orang yang sama membuat batik dengan motif yang sama, belum tentu akan mendapatkan hasil dengan sentuhan yang sama pula. Pasti akan ada perbedaan misalnya  saat pewarnaannya.

Sering Dikunjungi

Usaha batik milik  Sugiono sering dikunjungi para pejabat. Mereka  ingin melihat secara langsung pembuatan batik tulis hasil karya tangan-tangan terampil warga Kenongorejo. Pun sering  juga dikunjungi pelajar untuk belajar membatik disana. ‘’Batik tulis itu beda dengan Batik printing. Batik tulis sarat dengan kesakralan dan filosofi,’’kata Sugiono.

Ada beberapa motif  Batik Kenongo. Selain bunga kenanga, juga motif porang. Motif bunga kenanga terinspirasi dari  Bunga kenanga yang banyak tumbuh di desa Kenongorejo, begitu juga Motif porang,  tanaman porang yang banyak tumbuh di Desa Kenongorejo yang terdapat di tepi hutan.

Baca Juga  Uang dan Sertifikat Ibunda Nirina Zubir di Gunung Putri dan Bogor Juga Digasak Mafia Tanah!

Karena  pembuatannya juga butuh ketekunan harganya  dibadrol mulai dari Rp 200 ribu hingga sejuta per lembar. Bergatung tinggkat kesulitan pembuatan dan jenis bahannya.

Saat ini produksi batik berhenti  total, apalagi masa pademi. Sugiono tidak lagi mempekerjakan karyawan. Apalagi  tidak ada lagi konsumen yang singgah showroom-nya. Ia  sangat berharap usaha batik miliknya tidak berhenti sampai disini tapi bisa berlangsung sampai ke generasi selajutnya. Meski pun barangkali  bukan putra putrinya yang akan melajutkan. Setidaknya ada orang lain yang mau meneruskan dan menularkan ilmu mbatik yang mengandung nilai seni serta budaya leluhur yang tidak ternilai harganya. Sehingga batik Kenongorejo tetap berlanjut.* Yuliana

Share :

Baca Juga

Berita

Usai Diperiksa Intensif, Anak Nia Daniaty Akhirnya Ditahan Polda Metro

Berita

H. Usmar Ismail Bapak yang Selalu Punya Waktu untuk Keluarga
LBP

Berita

Perseteruan Luhut Binsar Pandjaitan dengan Haris Azhar dan Fatia Lanjut di Pengadilan
Bu Yuni

Berita

Bu Yuli 40 Tahun Tak Pernah Pindah dari SMPN 2 Madiun

Berita

MA Potong Hukuman Habib Rizieq Jadi 2 Tahun

Berita

Top! Indonesia Beli Pesawat Angkut Hebat. Lebih Besar Dari Hercules C-130

Berita

FX Rudyatmo : Setelah Diberi Kemenangan PDIP Lari Tak Mau Berhenti Sehingga Banyak yang Terjerat Korupsi!
Presiden Jokowi

Berita

Presiden Jokowi: Kalkulasi yang Detail Potensi Energi Terbarukan